Putussibau, 6 April 2021 - Dalam upaya peningkatan pengelolaan pariwisata alam serta untuk menambah wawasan masyarakat di wilayah Taman Nasional Betung Kerihun (TNBK) dan Taman Nasional Danau Sentarum (TNDS), Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum (Tana Bentarum) bekerjasama dengan Direktorat Pemanfaatan Jasa Lingkungan Hutan Konservasi (PJLHK) selenggarakan kegiatan studi banding di 3 lokasi: (1) BKSDA Jawa Barat-TN Gunung Ciremai-TN Gunung Merapi; (2) BKDSA Sumatra Utara-TN Gunung Leuser; dan (3) BKSDA Nusa Tenggara Barat-TN Gunung Rinjani.

Kegiatan study banding direncanakan selama 6 (enam) hari dimana pesertanya merupakan masyarakat dari Kelompok Pengelola Pariwisata (KPP) yang berasal dari Desa di Wilayah TNBK dan TNDS berjumlah 12 (dua Belas) orang yang didampingi oleh 6 (enam) orang pegawai Balai Besar TaNa Bentarum.

Sebelum keberangkatan menuju Jakarta, tim studi banding diberikan pembekalan langsung oleh Kepala Balai Besar TaNa Bentarum. “Agar semua tim dapat memanfaatkan studi banding ini sebaik-baiknya, pelajari semua bentuk pengelolaan ekowisata di masing-masing destinasi pada lokasi studi banding dan selalu menerapkan protokol kesehatan selama pelaksanaan study banding untuk menghidari terinfeksi Covid-19 “, ujar Arief Mahmud.

Setelah tiba di Jakarta, peserta studi banding mendapatkan kesempatan untuk bertemu dan diberi pengarahan langsung oleh Dirjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE).  “ Pengembangan dalam menggali potensi wisata diperlukan waktu yang cukup lama, seperti halnya pada waktu saya ditugaskan di Taman Nasional Leuser mengembangkan potensi wisata Tangkahan, saat ini Tangkahan menjadi potensi wisata yang bernilai ekonomis tinggi khususnya bagi masyarakat,” ungkap Ir. Wiratno, M. SC.

 “ Kita perlu mendorong pengelolaan kawasan hutan bersama masyarakat, jadikan masyarakat sebagai pelaku utama dalam mengelola potensi sumber daya alam  khususnya pemanfaatan jasa lingkungan bidang pengembangan ekowisata alam di masing-masing destinasi yang ada di Betung Kerihun maupun Danau Sentarum,” tambahnya.

 

0
0
0
s2sdefault