Putussibau, 3 Juni 2021. Menyadari pentingnya meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petugas yang bekerja di Taman Nasional Betung Kerihun (TNBK) dan Taman Nasional Danau Sentarum (TNDS), Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum (TaNa Bentarum), menyelenggarakan In-House Training Dasar-dasar Pengenalan Jenis Tumbuhan dan Teknik Pemasangan Kamera Trap yang dilaksanakan selama 2 hari mulai tanggal 2 s/d 3 Juni 2021.

Kepala Bidang Teknis Konservasi Nasional, Ardi Andono, S.TP, M.Sc sebagai penanggung jawab kegiatan menyampaikan bahwa kegiatan ini dilakukan dalam rangka menindaklanjuti rekomendasi Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) tentang kelemahan petugas dalam mengidentifikasi jenis tumbuhan di lapangan.

“Pengenalan Jenis Tumbuhan dan Teknik Pemasangan Camera Trap adalah pengetahuan dasar sangat penting dimiliki oleh petugas Balai Besar TaNa Bentarum agar mampu melaksanakan pengelolaan Sumberdaya Alam dan Ekosistem kawasan Taman Nasional Betung Kerihun (TNBK) dan Taman Nasional Danau Sentarum (TNDS)” pungkas Ardi Andono.

Kegiatan yang diikuti sebanyak 25 Orang yang terdiri dari Pejabat Fungsional Pengendali Ekosistem Hutan (PEH), Penyuluh Kehutanan, Polisi Kehutanan, Fungsional Umum dan Petugas Bantu yang sering  terlibat dalam kegiatan Identifikasi tumbuhan dan satwa di lapangan. Untuk pemateri dalam kegiatan ini adalah Sdr. Endro Setiawan S.PKP, pegawai PEH Balai Taman Nasional Gunung Palung yang mempunyai keahlian di bidang pengenalan jenis tumbuhan yang telah memperoleh penghargaan sebagai Pengendali Ekosistem Hutan Berprestasi Nasional Tingkat Ahli tahun 2019 pada Ditjen KSDAE Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan serta penghargaan The Ashton Award for Student Research 2020, Arnold Arboretum Harvard University.

"Potensi keanekaragaman tumbuhan terbanyak adalah di kawasan konservasi. Oleh karenanya, pengetahuan tentang jenis tumbuhan sangat penting dalam pengelolaan kawasan konservasi. Sementara banyak orang beranggapan bahwa identifikasi jenis tumbuhan itu sesuatu yg sulit. Dalam inhouse training ini, saya berusaha membagi pengalaman saya bagaimana belajar mengidentifikasi tumbuhan dengan mudah dan asyik, dan menumbuhkan semangat untuk mengenal potensi tumbuhan dalam kawasan, untuk pengelolaan kawasan konservasi yg lebih baik lagi” jelas Endro Setiawan "Sebagai pengelola kawasan konservasi tentunya harus lebih tahu, lebih kenal dengan potensi tumbuhan di dalam kawasannya daripada orang luar" tambahnya

Materi yang diberikan kepada peserta diantaranya adalah Cara Mudah dan Asyik Identifikasi Tumbuhan, Pembuatan Herbarium Digital, Teknik Pemasangan Kamera Trap serta kegiatan praktek di lapangan. Seluruh peserta tetap menjalankan protokol Kesehatan Covid 19 selama pelaksanaan kegiatan ini.

Sementara di tempat terpisah, Kepala Balai Besar TaNa Bentarum Ir. Arief Mahmud,M.Si. memberikan arahan secara online menggunakan aplikasi Zoom Meeting, “ saya berharap para peserta bisa mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh dan menerapkan dalam kegiatan sehari-hari di lapangan dan bisa menghasilkan output berupa buku pengenalan jenis tumbuhan yang ada di TaNa Bentarum” ungkapnya.

0
0
0
s2sdefault