Tanjung Lasa, 3 Juli 2021. Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum (Tana Bentarum) melaksanakan pelatihan keteknisan untuk menunjang pembukaan lahan tanpa bakar (PLTB). Kegiatan yang berlangsung selama dua hari sejak tanggal 2-3 Juli 2021 di Desa Tanjung Lasa, Kecamatan Putussibau Utara ini sebagai upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan. Pelatihan diikuti 30 orang peserta yang berasal dari Masyarakat Desa Tanjung Lasa. Pelatihan keteknisan ini merupakan kolaborasi antara Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah II Tanjung Kerja, Bidang Pengelolaan Taman Nasional Wilayah (PTNW) I Mataso dengan Brigdalkarhut Manggala Agni Daops Semitau serta Mahasiswa Kelompok Pecinta Alam  Universitas Tanjungpura (Mapala Untan).

Materi yang diberikan berupa manfaat penting PLTB, pembuatan pupuk kompos organik dengan memanfaatkan limbah PLTB maupun limbah organik rumah tangga dan praktek langsung cara pembuatan pupuk kompos organik dengan menggunakan bantuan mesin pencacah.

Pemerintah Desa Tanjung Lasa sangat mengapresiasi dan mendukung penuh kegiatan pelatihan keteknisan PLTB ini. Kepala Desa Tanjung Lasa menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu gerbong bagi Desa Tanjung Lasa untuk menjadi desa percontohan di Kabupaten Kapuas Hulu seiring dengan dilaksanakannya berbagai kegiatan yang menunjang peningkatan ekonomi kreatif yang diinisiasi TaNa Bentarum. Senada dengan Kepala Desa Tanjung Lasa, Kepala Bidang PTNW I Mataso, Bapak Junaidi, S.Hut., M.Si menyampaikan harapannya agar kegiatan PLTB ini tidak berhenti dipelatihan ini saja, namun diaktualisasikan terutama dalam kegiatan pembukaan lahan yang akan dilakukan masyarakat. Sebagai subjek pembangunan, masyarakat harus senantiasa bersinergi dan berkontribusi aktif dalam mewujudkan zero forest fire khususnya di Kabupaten Kapuas Hulu. 

Balai Besar Tana Bentarum sekaligus menyerahkan bantuan mesin cacah, tong sampah serta gerobak sampah tematik kepada Masyarakat Desa Tanjung Lasa. Hal ini dimaksudkan sebagai media untuk menunjang pelaksanaan PLTB melalui pembuatan produk pupuk  kompos organik secara mandiri oleh masyarakat. Selain dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan produktivitas hasil pertanian, pupuk kompos organik yang dibuat nantinya juga dapat dipasarkan untuk menambah pendapatan ekonomi masyarakat.

Sumber : Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum

0
0
0
s2sdefault