Putussibau, 15 September 2018. Tim survei sanctuary Orangutan yang dipimpin oleh Alexander Melat petugas Pengendali Ekosistem TaNa Bentarum mengalami musibah kecelakaan pada saat melaksanakan tugas. Menurut informasidihimpun dari berbagai sumber menyebutkan pada saat tim telah selesai melaksanakan Survei Sanctuari Orangutan di Bukit Semujan Taman Nasional Danau Sentarum, pada saat perjalanan ke Lanjak menggunakan perahu mengalami kecelakaan. Perahu yang mengangkut 1 orang personil dan 1 orang motoris karam karena gelombang tinggi, pada saat karam perahu mengangkut sepeda motor (Kawasaki KLX)sebanyak 3 unit yang digunakan untuk survey.

Tim Surevi Sanctuary Orangutan yang dipimpin oleh Saudara Alexander Melat berangggotakan 4 orang personil melakukan survei lokasi pembangunan sanctuary Orangutan di Bukit Semujan kawasan Taman Nasional Danau Sentarum pada Minggu 9 September 2018. Tim berangkat menggunakan 3 unit sepeda motor (Kawasaki KLX) dikarenakan kondisi danau yang kering dan tidak dimungkinkan menggunakan perahu. Sepeda Motor yang digunakan untuk mencapai Kantor Resort Semangit, dan kemudian menuju Bukit Semujan. Kantor resort semangit yang merupakan lokasi terdekat dengan bukit semujan menjadi home base tim.

Namun pada pelaksanaanya Survey lokasi Sanctuary yang direncanakan dilaksanakan hingga hari Kamis 13 September 2018 mengalami kendala. Pada selang waktu tanggal 9 s/d 11September 2018 di beberapa lokasi di Kabupaten Kapuas Hulu di guyur hujan dengan intensitas sedang, sehingga mengakibatkan kenaikan permukaan air di Danau Sentarum. Kenaikan permukaan air ini menyebabkan jalur darat yang semula digunakan tidak dapat dilalui lagi. Selasa 11 September 2018 tim yang berada di Bukit Semujan tidak bisa kembali ke Kantor Resort Semangit, sehingga tim memutuskan menginap di Bukit Semujan.  

Setalah sempat bermalam di Bukit Semujan, pada 12 September 2018 tim memutuskan untuk kembali ke Lanjak, karena akses ke Kantor Resort Semangit sudah tidak bisa dilalui oleh sepeda motor. Kondisi lapangan yang berat dan kondisi permukaan air yang semakin mempersulit perjalanan ke lanjak, sehingga hanya mencapai jarak tempuh yang sedikit. Rabu, 13 September 2018 tim mencoba kembali untuk melanjutkan perjalanan menuju lanjak, namun karena kondisi lapangan yang semakin tidak memungkinkan Ketua Tim memutuskan untuk meminta bantuan dari Manggala Agni dan personil Resort Tekenang untuk mengevakuasi Tim.

Jumat 14 September 2018 tim berhasil dievakuasi menuju Kantor Resort Semangit. Pada hari sabtu, 15 September 2018, tim diangkut dengan 2 perahu (1 perahu mengangkut personil, 1 perahu mengangkut sepeda motor) menuju ke Lanjak sebelum pulang ke Putussibau. Naasnya belum 100 meter dari hilir kampung semangit, perahu yang mengangkut 1 orang personil dan 1 orang motoris serta 3 unit sepeda motor oleng dan karam. Diduga akibat arus dan angin mengakibatkan perahu oleng dan langsung karam. Sontak personil pada perahu satunya langsung memberikan pertolongan dan meminta bantuan warga Desa Semangit untuk melakukan pertolongan pertama dan mengevakuasi perahu beserta muatannya.

Gunawan Budi Hartono atau biasa disapa Gunawan, Kepala Bidang Pengelolaan Taman Nasional Wilayah III menyampaikan bahwa tidak ada korban jiwa dan perahu beserta muatannya telah berhasil dievakuasi. “Alhamdulillah, semuanya selamat dan tidak ada korban jiwa. Terima kasih kepada warga yang telah membantu proses evakuasi” Imbuh Gunawan. “Kebetulan saya sedang berada di bukit tekenang pada saat kejadian, sehingga kami bisa segera merapat dan mengevakuasi teman-teman beserta perahu yang karam. Prioritas selanjutnya segera mengevakuasi tim ke lanjak terus ke putussibau, dan segera dilakukan medical checkup”, pungkas Gunawan.

0
0
0
s2sdefault