Putussibau, 16 Januari 2018. Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum Sentarum (BBTNBKDS) melalui Bidang Pengelolaan TN Wilayah II Kedamin melakukan berbagai upaya guna mendorong ekonomi masyarakat sekitar kawasan Taman Nasional salah satunya melalui budidaya ikan Semah (Tor spp). Berlokasi di Desa Bungan Jaya, di Kawasan DAS Kapuas, pengembangan ikan Semah sebagai komoditas unggulan mulai dilakukan. Kepala Bidang PTN II Kedamin, Fery AM Liuw mengatakan dipilihnya ikan Semah karena merupakan jenis ikan endemik Sungai Kapuas yang memiliki nilai jual yang tinggi. Dengan nilai ekonomis yang tinggi Fery menilai potensi ikan Semah bisa dikembangkan untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat “Dapat mengurangi potensi pengambilan ikan Semah di alam sehingga sangat bermanfaat untuk mempertahankan biodiversity yang ada di kawasan konservasi khususnya kawasan TNBK” tuturnya.

Lebih lanjut, Fery menjelaskan populasi ikan Semah di alam yang semakin menurun karena penangkapan yang berlebihan dan perusakan habitat menyebabkan harga semah di pasaran sangat tinggi. Merujuk data BBTNBKDS tidak semua sungai di kawasan TNBK saat ini terdapat ikan Semah. “Ikan Semah merupakan jenis ikan yg langka, tidak semua sungai dapat dijumpai sehingga jenis ikan tersebut sehingga perlu untuk dilestarikan keberadaannya” imbuh mantan Kepala Bidang Teknis Konservasi Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan. Karenanya Fery menegaskan bahwa perlu adanya keterlibatan dan partisipasi aktif masyarakat untuk menjaga dan mengelola keberlanjutan kawasan TNBK khususnya di Desa Bungan Jaya. ”Perlu dilakukan kerjasama yang baik antara TNBK dan masyarakat supaya proses ini dapat berjalan dengan baik" ujarnya.

Lokasi budidaya ikan semah dilakukan di Desa Bungan Jaya, Kecamatan Putussibau Selatan Kabupaten Kapuas Hulu. Dari Kota Putussibau lokasi dapat ditempuh dengan waktu sekira 4 jam dari kota menggunakan perahu 40 PK. Disinggung mengenai program tersebut, salah seorang Kepala Adat Dayak Punan (penduduk asli Desa Bungan Jaya), Kuwai, mengatakan bahwa program budidaya semah ini merupakan harapan bagi masyarakat mengingat harganya yang terus naik di pasaran. “Masyarakat berharap agar proses budidaya ini bisa di kawal oleh TNBK sampai berhasil supaya bisa menjadi percontohan untuk masyarakat di tempat lain" tegas Kuwai. Untuk saat ini kisaran harga ikan semah ukuran 1 kg - 2 kg @100.000 per kg, ukuran 3 kg - 4 kg @300.000 per kg dan untuk ukuran 5 kg - 10 kg @1.200.000 per kg.

Metode yang dilakukan oleh kelompok yaitu dengan cara membuat kolam lebar 5 m dengan panjang 8 m dan kedalaman 2 m, dialiri air dari sungai Songiro dengan selang Spiral ukuran 3 inchi dan pembuangan air melalui pipa, dengan metode yang demikian itu supaya didalam kolam terjadi sirkulasi air sehingga ikan semah dapat beradaptasi dan tumbuh dengan baik. Budidaya ikan semah ini sendiri merupakan program prirotas dari kementerian KLHK melalui BBTNBKDS sekaligus mewjudukan nawacita Presiden Jokowi tentang membangun dari pinggiran. Menutup penjelasannya Fery mengingatkan kembali bahwa kawasan konservasi merupakan titipan dari generasi mendatang dan kewajiban kita bersama untuk menjaganya. “semoga program ini mampu menumbuhkan kesadaran untuk menjaga hutan kita bersama” pungkasnya.

0
0
0
s2sdefault