Putussibau, 16 Maret 2018. Puncak peringatan Hari Bakti Rimbawan (HBR) 2018 di halaman Kantor Balai Besar Tana Bentarum, Jumat (16/3) dimeriahkan oleh atraksi pesawat ultralight (trike) milik Tana Bentarum. Ya, pesawat dengan mesin baling-baling tunggal itu dengan lincah terbang rendah dan sedikit melakukan manuver yang terbilang menghibur dan membanggakan. Layaknya upacara kemerdekaan 17 Agustus di Istana Negara, pesawat ini terbang dari landasan bandara Pangsuma Putussibau menuju lokasi upacara.

Sesaat setelah atraksi, tim media berkesempatan menghubungi salah satu pilot melalui telepon. Pilot yang dihubungi adalah Hartono yang merupakan salah satu Polhut di Tana Bentarum dan berikut petikan wawancaranya:
Tana Bentarum: Selamat ya mas atas atraksinya tadi, sangat mengejutkan dan bikin kami bangga.
Hartono : oh iya, terima kasih 
Tana Bentarum : ini terbang perdana ya mas, di atas orang-orang yang sedang upacara?
Hartono : kalo dibilang perdana tidak juga, kemaren tahun 2017 pada saat Festival Danau Sentarum Betung Kerihun sempat melakukan atraksi juga bahkan lebih menantang dari ini. Tapi kalo untuk Hari Bakti Rimbawan yang mungkin pertama kalinya.
Tana bentarum : Sejak kapan menekuni profesi sebagai pilot trike ini mas?
Hartono: mulai terjun sebagai pilot tahun 2014 kemudian saya bersama pilot lain dilatih oleh seorang professional sekitar 3 bulan di Lido Sukabumi. Terus dilakukan latihan lagi untuk menambah jam terbang. Hingga akhirnya saya mendapatkan lisensi pilot khusus pesawat trike Namanya Sport Pilot License (SPL) tahun 2015.
Tana Bentarum: Motivasinya menjadi pilot itu apa si mas? 
Hartono: Klo dijawab jujur sebenernya saya korban senior, sebenernya pada awalnya takut ketinggian (sambil tertawa) tapi lama-lama jadi menarik juga
Tana bentarum: oh korban to mas? Kalo terbang biasanya untuk apa mas?
Hartono : Atraksi itu bukan tujuan utama, tujuan utamanya adalah untuk pengamanan / monitoring udara di kawasan taman nasional. Semisal ada kebakaran hutan, memotret kejadian longsor atau gangguan kawasan lainnya. 
Tana bentarum: Tantangannya selama ini apa saja mas dalam menerbangkan pesawat trike ini?
Hartono : Kendalanya di radio, terkadang juga cuaca, klo cuaca ekstrim kita g berani terbang, ada kecepatan angin tertentu untuk kita berani terbang. Biasanya kita sebelum terbang melakukan pemantauan cuaca dulu, memungkinkan atau tidak untuk terbang, terus koordinasi dengan ATC bandara itu menjadi hal yg wajib kita lakukan setiap kali mau melakukan penerbangan
Tana bentarum : harapannya kedepan apa mas?
Hartono : Harapan kedepannya ya semoga trike bisa menunjang keberhasilan dalam pengelolaan seluruh kawasan konservasi di seluruh indonesia, karena trike ini bukan di sini saja, ada di beberapa upt TN dan BPKH juga yg tersebar diseluruh Indonesia

Tana bentarum: terkahir mas pesan dalam HBR 2018 kali ini?
Hartono : Kami dari udara mengucapkan "selamat hari bakti rimbawan ke 35, semoga rimbawan diseluruh indonesia selalu jaya"

0
0
0
s2sdefault