Putussibau, 20 Januari 2020 - Dalam rangkaian kegiatan pembentukan forum koordinasi pengelolaan Cagar Biosfer Betung Kerihun dan Danau Sentarum Kapuas Hulu dan pengukuhan Forum tersebut, Direktur Jenderal KSDAE yang diwakili oleh Direktur Bina Pengelolaan Ekosistem Esensial (BPEE) melaksanakan kegiatan pembinaan pegawai dan pembukaan Rapat Koordinasi Jabatan Fungsional tertentu Lingkup Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum (TaNa Bentarum).

Kegiatan ini diikuti oleh hampir 100 orang pegawai yang terdiri atas pejabat struktural, pejabat fungsional baik PEH, POlHUT dan Penyuluh, Manggala Agni dan Tenaga kontrak. Kegiatan diawali dengan penampilan Band Rumah Kita kebanggaan Balai Besar TaNa Bentarum yang menyanyikan lagu kebanggaan “Ayo Ke Tana Bentarum”.

Putussibau, 20 Januari 2019 - Taman Nasional Danau Sentarum (TNDS) adalah  salah satu tujuan utama wisata di Kalimantan Barat, dengan segala keunikan wilayah dan budaya masyarakatnya, Danau  Sentarum setiap tahunnya selalu didatangi ribuan pengunjung  baik dari dalam maupun luar negeri. Dalam upaya meningkatkan pelayanan terhadap  pengunjung Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum (Tana Bentarum) terus menggenjot pembangunan sarana dan prasarana seperti pembangunan jembatan, pembangunan mushola/ fasilitas umum lainnya, pembangunan resort premium, pemasangan penguat signal, pelatihan pemandu wisata bagi masyarakat dan terakhir adalah pembuatan Kapal Bandong Wisata “SENTARUM CRUISE” yang memiliki bobot sekitar 10 ton, panjang  20 meter dan lebar 8 meter dengan kekuatan mesin 6 silinder.

Menurut Kepala Bidang PTN Wilayah III Lanjak, Gunawan Budi H menyampaikan “Kapal Bandong Wisata ini didesain dengan ornament Suku Dayak di bagian bawah (lantai 1) dan ornament Suku Melayu di bagian atas (lantai 2) kapal. Perpaduan ornament dua suku ini melambangkan harmonisasi kehidupan dan hubungan antar suku yang ada di Danau Sentarum. Koeksistensi antara Danau Sentarum dan masyarakat yang tinggal di dalamnya diharapkan dapat melahirkan harmonisasi konservasi dan kesejahteraan”.

Putussibau, 2 April 2020. Menindaklanjuti surat edaran Menteri Lingkungan Hidup Dan Kehutanan Nomor : SE.1/MENLHK/SETJEN/SET.1/3/2020 tanggal 15 maret 2020 tentang pencegahan penyebaran Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) di Kementerian LHK dan Surat edaran Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem Kementerian LHK Nomor : SE.3/KSDAE/SET/PEG.1/3/2020 tanggal 16 Maret 2020 tentang kewaspadaan dan kesiapsiagaan terhadap penyebaran dan penularan virus Corona (COVID-19), maka Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum resmi menutup sementara Obyek dan Daya Tarik Wisata Alam (ODTWA) dikawasan Taman Nasional Betung Keriuhun dan Taman Nasional Danau Sentarum (Tana Bentarum) sejak 20 Maret 2020 sampai dengan 2 april 2020.

Putussibau, 20 Januari 2020 - Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum (BBTNBKDS) bersama Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu, GIZ Indonesia, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, UPT KSDAE wilayah Kalimantan Barat, KPH lingkup Kapuas Hulu, perwakilan masyarakat adat, sektor swasta, serta NGO terkait pengelolaan konservasi di Kapuas Hulu antara lain TFCA dan FORCLIME berkumpul di Aula Kantor Bappeda Kabupaten Kapuas Hulu pada Senin pagi.

Pertemuan yang dihadiri langsung oleh Bupati Kapuas Hulu, A.M. Nasir , SH yang sekaligus membuka kegiatan Focus Group Discussion Pembentukan Forum Koordinasi Pengelolaan Cagar Biosfer Betung Kerihun Danau Sentarum Kapuas Hulu (BKDSKH) serta penyampaian materi koordinasi pengelolaan antara lain dari Direktur Eksekutif Komite Nasional Program MAB-UNESCO Indonesia LIPI, Fakultas Ekonomi UI, Direktorat Kawasan Konservasi Ditjen KSDAE Kementerian LHK, Dinas LHK Provinsi Kalimantan Barat, serta Asisten Perekonomian Sekretariat Daerah Kabupaten Kapuas Hulu.

Vega, 29 Februari 2020 - Pada Kegiatan aksi bersih sampah di Desa Vega Kecamatan Selimbau, Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum (TaNa Bentarum) menyerahkan bantuan tong sampah ke setiap RT di Desa Vega, yang terdiri dari tong sampah untuk sampah organik dan tong sampah untuk sampah anorganik.