Putusibau, 18 Maret 2019. Upacara Bendera dalam rangka puncak peringatan Hari Bhakti Rimbawan di Balai Besar TaNa Bentarum berlangsung dengan khidmat. Upacara yang dipimpin langsung oleh Bupati Kapuas Hulu A.M. Nasir. Membacakan amanah Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Nasir menyampaikan “Pada April 2018, Presiden menegaskan untuk dilakukan reklamasi dan rehabilitasi hutan secara besar-besaran mulai tahun 2019. Harus dilakukan gerakan penanaman secara nasional di seluruh Indonesia. Rehabilitasi dan penanaman pohon diorientasikan untuk penyelamatan danau, penyelamatan dam/waduk, pemukiman serta menjaga keindahan alam sekaligus untuk perluasan kesempatan kerja, serta penyediaan kayu rakyat dan berbagai manfaat ekonomi lainnya bagi tabungan masyarakat di masa depan.”

Putussibau, 26 Maret 2019. Manggala Agni Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum (TaNa Bentarum) kembali berhasil memadamkan kebakaran lahan di Kecamatan Semitau, lahan seluas 6,5 Ha merupakan lahan warga yang terletak di Desa Semitau Hulu Kecamatan Semitau. Pemadaman berlangsung sejak hari minggu, 24 Maret 2019 yang melibatkan 3 orang anggota Manggala Agni Brigdalkarhut TaNa Bentarum, 4 orang Anggota Manggala Agni Daops Sintang. Dalam pemadaman tersebut, anggota Manggala Agni TaNa Bentarum Toni Asmidi melalui telepon menyampaikan “Pemadaman telah dilaksanakan sejak Minggu dan Saat ini sedang dilaksanakan mopping up untuk memastikan api telah benar-benar padam”. Pada Saat berita ini diturunkan kegiatan pemadaman telah berhasil dilaksanakan.

Putussibau, 15 September 2018. Tim survei sanctuary Orangutan yang dipimpin oleh Alexander Melat petugas Pengendali Ekosistem TaNa Bentarum mengalami musibah kecelakaan pada saat melaksanakan tugas. Menurut informasidihimpun dari berbagai sumber menyebutkan pada saat tim telah selesai melaksanakan Survei Sanctuari Orangutan di Bukit Semujan Taman Nasional Danau Sentarum, pada saat perjalanan ke Lanjak menggunakan perahu mengalami kecelakaan. Perahu yang mengangkut 1 orang personil dan 1 orang motoris karam karena gelombang tinggi, pada saat karam perahu mengangkut sepeda motor (Kawasaki KLX)sebanyak 3 unit yang digunakan untuk survey.

Tim Surevi Sanctuary Orangutan yang dipimpin oleh Saudara Alexander Melat berangggotakan 4 orang personil melakukan survei lokasi pembangunan sanctuary Orangutan di Bukit Semujan kawasan Taman Nasional Danau Sentarum pada Minggu 9 September 2018. Tim berangkat menggunakan 3 unit sepeda motor (Kawasaki KLX) dikarenakan kondisi danau yang kering dan tidak dimungkinkan menggunakan perahu. Sepeda Motor yang digunakan untuk mencapai Kantor Resort Semangit, dan kemudian menuju Bukit Semujan. Kantor resort semangit yang merupakan lokasi terdekat dengan bukit semujan menjadi home base tim.

Jakarta, 27 Maret 2019. Berlokasi di Gedung Kementerian LHK, Manggala Wanabakti, Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum (Tana Bentarum) bersama dengan Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS) Kapuas turut mengisi Anjungan Konsultasi (coaching desk) dan Pameran Danau. Kegiatan ini bergandengan dengan acara Pencanangan Revitalisasi Gerakan Penyelamatan Danau dan Rapat Koordinasi Pengelolaan Danau Prioritas Nasional.

Pada momen ini ditampilkan berbagai informasi mengenai keunikan, potensi, dan keindahan Taman Nasional Danau Sentarum. Tak lupa pengelolaan serta daya tarik Danau Sentarum pun turut disampaikan kepada pengunjung.

Direktur Jenderal Pengendalian Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung, IB Putera Parthama, Ph.D. dan Bupati Kapuas, A.M. Nasir, S.H. yang hadir pada rakor turut pula mengunjungi anjungan Danau Sentarum-BPDAS Kapuas.

Ratusan pengunjung sejak 25-26 Maret 2019 nampak antusias menyaksikan penjelasan mengenai film-film tentang daya tarik wisata, potensi kehati, HHBK madu hutan, serta pengelolaan kawasan yang merupakan 1 (dari ) 15 (lima belas) danau prioritas nasional ini. Pengunjung juga dimanjakan dengan pelayanan ramah dan beberapa souvenir gratis khas Tana Bentarum.

Sumber : Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum (Tana Bentarum)

Gelaran Festival Danau Sentarum 25-28 Oktober 2018

Mendengar "Danau Sentarum" rasanya sudah tak asing lagi. Sebuah Kawasan Wetland  di jantung Kalimantan yang sudah tersohor di dunia Internasional. Ditambah lagi, pada 25 Juli kemarin Resmi ditetapkan oleh UNESCO sebagai cagar Biosfer  berdampingan dengan Taman Nasional Betung Kerihun. Berada di Kabupaten Konservasi Danau Sentarum Memiliki keragaman dan keunikan budaya serta kearifan lokal yang terjaga sampai sekarang dan memiliki keindahan panorama alam yang sangat mempesona disamping keunikan dan spesies endemik yang terdapat di Taman Nasional Danau Sentarum.