Pemeriksaan ternak babi melibatkan tenaga dokter hewan pada bidang perternakan yang dimiliki oleh dinas. Kegiatan pemeriksaan meliputi pengambilan sampel darah dan pemberian vitamin pada ternak Babi. Menurut dokter hewan Drh. Titis Jesica Aviv, “melihat kondisi ternak babi yang ada, dapat dikategorikan kerdil atau stunting. Hal ini bisa terjadi karena perkawinan sedarah antara indukan dan anakan. Solusinya untuk kedepannya, apabila hendak dikawinkan terlebih dahulu dilakukan pemilihan bibit ternak yang unggul dan dihindari dari perkawinan sedarah agar anakan yang dihasilkan optimal”. Selain pemberian vitamin, pemilik ternak juga diberikan obat cacing untuk diberikan secara berkala. “Obat cacing dapat diberikan secara berkala 2 kali dalam satu tahun. Obat ini diberikan agar ternak tidak terjangkit cacing hati (Fasciola hepatica) yang sering menyerang pada hewan babi”, ujar Drh. Titis Jesica Aviv.

Kegiatan pemeriksaan ternak babi ini merupakan tindak lanjut dari pengelolaan kegiatan pemberdayaan masyarakat yang dilakukan oleh Balai Besar Tana Bentarum. “Monitoring kegiatan pemberdayaan ini rutin kami laksanakan setiap satu bulan sekali, kali ini kami melibatkan tenaga dokter hewan dari dinas, dengan harapan pengelolaan ternak babi pada kelompok tani Tangga Seribu dapat dilakukan lebih baik lagi, kondisi ternak sehat, serta jumlah meningkat”, pungkas Venza Rhoma Saputra, Penyuluh Kehutanan Balai Besar Tana Bentarum.

0
0
0
s2sdefault