Lupak Mawang, 8 Mei 2020. Zona Tradisional Taman Nasional Danau Sentarum (TNDS) diperuntukkan untuk kesejahteraan, dimana masyarakat dapat mengelola sumberdaya didalamnya secara lestari. Pemanfaatan tersebut dapat berupa pengambilan HHBK ataupun pemanfaatan ikan dengan sistem kuota, tidak luput didalamnya ada pemanfaatan tikung sebagai penghasil madu hutan.

 

Putussibau, 22 April 2020. Pegawai Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum (Tana Bentarum) turut berkontribusi dalam penanganan covid-19 melalui aksi pengumpulan Donasi suka rela untuk membantu meringankan masalah Pandemi Covid -19 yang kian meningkat khususnya di wilayah Kabupaten Kapuas Hulu, serta mendukung kelancaran pelaksanaan tugas Tim Medis dalam penanganannya. Hasil Donasi suka rela yang telah terkumpul diserahkan langsung oleh Kepala Bidang Teknis Konservasi , Ardi Andono, S.TP., M.Sc kepada Yuliana P.Reo, S. Farm., APT selaku kepala Instalasi Farmasi yang mewakili pihak Rumah Sakit Ahmad Diponegoro serta turut hadir pula Camat Putussibau Utara mewakili Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu.

Donasi yang diserahkan berupa 120 botol Madu hutan APDS, 40 Set Alat Pelindung Diri (APD), 19 Buah Masker N 95, 100 Buah Vinyl Exam Glove Latex, 100 Buah Nitrile Exam Glove, dan 40 Unit Google kacamata medis.

Semangit, 11 Maret 2020. Koperasi APDS merupakan organisasi pengumpul madu hutan organik binaan Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum (TaNa Bentarum) yang memungut madu di dalam kawasan Taman Nasional Danau Sentarum. Tahun ini APDS yang dipimpin oleh seorang presiden mengadakan Rapat Anggota Tahunan (RAT) yang diselenggarakan di Semangit Dusun Batu Rawan Desa Nanga Leboyan Kecamatan Selimbau untuk menentukan arah organisasi dan pemilihan pengurus baru. RAT yang diikuti oleh 53 orang terdiri dari perwakilan anggota periau (petani madu), tamu undangan, perangkat desa dan Balai Besar TaNa Bentarum.

Kegiatan yang dilaksanakan selama satu hari ini bertujuan untuk memperbaiki organisasi bergerak kearah yang lebih baik melalui kesepakatan dalam penyusunan AD/ ART, Pemilihan Kepengurusan baru periode 2020-2024 selain itu disampaikan Laporan Pertanggungjawaban (LPj) kepengurusan sebelumnya.

Putussibau, 12 Maret 2020. Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum (Tana Bentarum) melakukan Rapat Penyusunan Rencana Pengelolaan Jangka Pendek (RPJPn) yang rutin dilakukan setiap tahunnya.  Rapat ini bertempat di Aula Rapat Hotel Merpati Putussibau dan dihadiri oleh 21 (dua puluh satu) orang diantaranya  Kepala Bidang PTN Wilayah I Mataso, Kepala Bidang PTN Wilayah II Kedamin, Kepala Bidang PTN Wilayah III Lanjak , Kepala Seksi PTN I Lanjak, Kepala Seksi PTN II Tanjung Kerja, Kepala Seksi PTN III Padua Mendalam, Kepala Seksi PTN IV Nanga Era, Kepala Seksi PTN V Selimbau , Kepala Seksi PTN VI Semitau , Kepala Sub Bagian Program dan Kerjasama, Kepala Resort dan Staf Bidang Teknis.

Rencana pengelolaan jangka panjang (RPJP) periode Tahun 2018-2027 menjadi acuan dalam penyusunan pengeloaan jangka pendek (RPJPn) Tahun 2019 ini. Penyusunan RPJPn Taman Nasional Danau Sentarum (TNDS) Tahun 2020 bertujuan untuk memberikan arah dan target capaian yang tepat untuk pelaksanaan pengelolaan TNDS dalam kurun waktu 1 (satu) tahun kedepan. Dengan rencana pengelolaan jangka pendek tersebut Tana Bentarum bersama dengan para pemangku kepentingan lainnya akan memiliki kerangka kerja yang komprehensif untuk setiap bidang kegiatan baik menyangkut baseline data, target capaian maupun lokasi kegiatan sehingga pelaksanaanya berjalan secara efektif, efisien dan berdaya guna.

Mensiau, 11 Maret 2020. Melibatkan masyarakat sebagai subyek pengelolaan merupakan salah satu cara meningkatkan kelola kawasan konservasi yang dikemukakan oleh Direktur Jenderal KSDAE Ir. Wiratno, M.Sc. Dalam hal ini Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum (Tana Bentarum) selalu aktif berperan melibatkan masyarakat dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat. Salah satu contohnya yaitu kegiatan pemberdayaan masyarakat yang dilakukan pada desa penyangga Taman Nasional Betung Kerihun (TNBK) di Desa Mensiau Kecamatan Batang Lupar Kapuas Hulu. Sejak tahun 2017, Balai Besar Tana Bentarum telah memberikan bantuan ternak babi pada kelompok tani Tangga Seribu Desa Mensiau sebanyak 59 ekor, dan hingga akhir pemeriksaan pada bulan Februari 2020 ternak babi pada kelompok tersebut bertambah hingga mencapai 86 ekor.  Melihat potensi yang terus berkembang, kali ini Balai Besar Tana Bentarum menggandeng Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kapuas Hulu untuk melakukan pemeriksaan kondisi ternak babi pada kelompok tani Tangga Seribu Desa Mensiau.