Lanjak, 10 Maret 2020. Taman Nasional Betung Kerihun merupakan salah satu kawasan taman nasional di Indonesia yang berbatasan langsung dengan negara lain yaitu Negara Malaysia (Serawak) pada bagian utara kawasan. Mencapai luasan 816.693,40 Ha, Taman Nasional Betung Kerihun membutuhkan pengamanan ekstra mengingat batas kawasan merupakan batas terluar negara. Dalam hal ini, Direktorat Topografi Angkatan Darat (Dittopad) bersama dengan Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum (TaNa Bentarum) sejak tahun 2010 telah mengamankan batas negara dengan dilakukan penanaman pilar-pilar batas di sepanjang batas negara RI-Malaysia dalam bentuk kegiatan survei investigasi pilar batas.

Sebelum pelaksanaan kegiatan, dilaksanakan doa bersama serta persiapan pemberangkatan tim survei yang dilaksanakan di Gor Lanjak Kecamatan Batang Lupar Kabupaten Kapuas Hulu, dengan dihadiri pejabat dari instansi yang terkait yaitu, Kepala Sub Direktorat Pembinaan Materiil Topografi (Kasubdit Binmattop), perwakilan dari Kemendagri, Camat Batang Lupar, perwakilan Balai Besar TaNa Bentarum, serta tokoh masyarakat Kecamatan Batang Lupar.

Lanjak, 06 Maret 2020.  Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum (TaNa Bentarum) Ikut serta dalam kegiatan sosialisasi “Desa Mandiri Menuju Langit Biru di Bumi Khatulistiwa”. Kegiatan ini dilaksanakan oleh Kodim 12-06 Kapuas Hulu dan Koramil Batang Lupar.

Program Desa Mandiri Menuju Langit Biru merupakan program yang dicanangkan dari hasil arahan Presiden Joko Widodo dan kebijakan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya tentang penanggulangan bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Program tersebut bertujuan untuk membangun desa-desa mandiri berlandaskan aspek kelestarian lingkungan. Seperti yang diutarakan oleh Danramil Batang Lupar Bapak Siswadi, “Desa mandiri merupakan harapan kita semua yang dapat diterapkan pada seluruh desa di Indonesia. Masyarakat tetap dapat melakukan kegiatan cocok tanam tanpa harus melakukan pembakaran, dapat pula menggunakan energi-energi alternatif yang ramah lingkungan sehingga terwujud langit biru di bumi katulistiwa. Benar adanya, langit biru merupakan langit kita yang terbebas dari polusi dan pencemaran udara”.

Tempurau, Jum'at, 6 Maret 2020 - Bertempat di Kantor Desa Tempurau Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum (TaNa Bentarum) lakukan Penandatangan Perjanjian Kerja Sama dengan Kelompok Nelayan (KN) Tempurau. Penandatanganan tersebut merupakan kerja sama kemitraan konservasi dalam rangka pemberdayaan masyarakat berupa pemberian akses pemanfaatan sumber daya perairan terhadap jenis ikan yang tidak dilindungi pada zona tradisional pada kawasan Taman Nasional Danau Sentarum (TNDS) di Wilayah Desa Tempurau Kec. Selimbau Kab. Kapuas Hulu Provinsi Kalimantan Barat.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Bidang Teknis, Ardi Andono, S.T.P., MSc., Kepala Sub Bagian Program dan Kerjasama,Budi Prasetyo, S.Hut, Kepala Seksi Wilayah V Selimbau, Desra Zulimansyah, Kepala Resort Semangit, Rahman Nababan, S.Hut. Selain itu juga dihadiri Ketua Kelompok Nelayan Tempurau Agus Bastian, Para pengurus KN Tempurau dan 40 orang masyarakat Desa Tempurau yang juga selaku anggota dari KN Tempurau.

Jumat, 6 Maret 2020 - Kegiatan Pembinaan Masyarakat Mitra Polhut (MMP) dilaksanakan di Kantor Bidang PTN Wilayah III Lanjak dan diikuti oleh 10 (sepuluh) anggota MMP Resort Sepandan. Kegiatan ini merupakan peningkatan kapasitas bagi MMP Resort Sepandan, sehingga diharapkan anggota MMP mempunyai kualitas khususnya pengetahuan tentang penggunaan GPS berbasis Android dan pengambilan data SMART RBM.

Kegiatan ini dilaksanakan dengan metode presentasi dan praktek lapangan, materi yang disampaikan adalah tentang Penggunaan GPS Biasa dan Berbasis Android selain itu juga disampaikan tentang Tupoksi MMP, Jaringan Komunikasi, tata cara pengisian Thally Sheet SMART RBM, serta diakhiri dengan praktek lapangan.

Embaloh, 28 Februari 2020-SMART RBM atau Spatial Monitoring and Reporting Tool-Resort Base Management merupakan ujung tombak pengumpulan data di lapangan. Data tersebut akan bermuara pada sumber data atau database yang dihimpun secara kolektif melalui aplikasi. Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah I Lanjak yang terdiri atas Resort Sebabai dan Resort Sadap melaksanakan patroli dengan melibatkan Masyarakat Mitra Polisi Kehutanan (MMP). Patroli berbasis SMART RBM di wilayah kedua resort tersebut, hal ini juga merupakan salah satu implementasi dari pembinan MMP yang dilaukan beberapa waktu lalu, sehingga para MMP dapat langsung mengaplikasikan pengetahuan dan skill yang diperoleh.

Patroli yang dilaksanakan pada tanggal 24-28 Februari 2020 tersebut dilaksanakan dengan berbasis SMART RBM untuk memperkuat pangkalan data di Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum (TaNa Bentarum). "Dengan diterapkannya metode SMART RBM, patroli tidak hanya terbatas mengenai kegiatan perlindungan dan pengamanan hutan, tetapi sekaligus keanekaragaman hayati yang ada di kawasan pada jalur partoli dapat ter-record dengan jelas. Data SMART RBM juga lebih terstruktur dan sistematis, sehingga memudahkan penginputan dan pencarian data." Ujar Parsaoran Samosir, Kepala SPTN Wilayah I Lanjak.