Sadap, 20 Februari 2020 - Melibatkan masyarakat sebagai subyek pengelolaan kawasan konservasi merupakan salah satu gagasan dan inovasi Direktur Jenderal KSDAE Ir. Wiratno, M.Sc yang dituangkan pada 10 (sepuluh) Cara Meningkatkan Kelola Kawasan Konservasi. Oleh dasar tersebut, Resort Sadap, Seksi PTN Wilayah I Lanjak, Bidang PTN Wilayah I Mataso pada tahun 2019 telah membentuk kelompok masyarakat mitra polhut (MMP) sebagai bentuk pertisipasi masyarakat dalam kegiatan pengamanan Kawasan Taman Nasional Betung Kerihun (TNBK). Untuk mengulas kembali pengetahuan tentang MMP serta meningkatkan kapasitas anggota MMP Resort Sadap, pada hari Kamis 20 Februari 2020 Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum (BBTNBKDS) mengadakan kegiatan pembinaan MMP yang bertempat pada Kantor Resort Sadap.

Kegiatan pembinaan MMP dihadiri oleh 10 orang anggota MMP yang berasal dari Desa Menua Sadap dan Desa Pulau Mana. Kegiatan pembinaan ini bertujuan untuk mengulas kembali ilmu pengetahuan tentang pengamanan hutan yang telah diberikan pada waktu pembentukan kelompok MMP. Selain itu, pada kegiatan kali ini skill para anggota MMP di upgrade dengan membekali ilmu tentang pengoperasian Global Positioning System (GPS) dan tata cara pembuatan laporan informasi (LI). Menurut Kepala SPTN Wilayah I Lanjak, Bapak Parsaoran Samosir, kemampuan dalam mengoperasikan GPS sangat perlu dimiliki oleh anggota MMP untuk menunjang kegiatan pembuatan LI secara khusus dan kegiatan pengamanan kawasan TNBK secara umum. Dengan dibekali kemampuan tersebut, diharapkan masyarakat dapat berperan aktif dalam kegiatan pelaporan tindak pidana kehutanan (Tipihut) yang terjadi di sekitar masyarakat, serta ikut andil dalam kegiatan pengamanan kawasan bersama dengan pengelola TNBK.

Peserta pelaksanaan pembinaan MMP ini sangat terkesan dengan materi-materi yang disampaikan oleh panitia. “Kami menjadi mengerti bagaimana tatacara dalam melaporkan suatu kejadian yang kami temui sesuai prosedur yang ada, baik kejadian di dalam kawasan hutan ataupun di sekitar masyarakat. Sehingga laporan suatu kejadian tidak hanya disampaikan dan diterima dari mulut ke mulut yang belum tentu kebenarannya”, tutur Bapak Safrianus Safri ketua MMP Resort Sadap. Hal serupa juga di sampaikan oleh salah satu anggota MMP Bapak Novi Irwandi Lagi, “Dengan dilakukan pembinaan ini kami memiliki tambahan ilmu dan keterampilan, salah satunya yaitu cara mengoperasikan alat GPS. Bukan hanya dapat dimanfaatkan dalam kegiatan pengamanan hutan, keterampilan ini dapat kami gunakan dalam kegiatan sehari-hari di masyarakat”. Dengan selesainya kegiatan MMP, seluruh anggota MMP berharap kerjasama antara masyarakat dengan Balai Besar TNBKDS dapat dijalin secara berkelanjutan, baik dalam hal pengamanan hutan ataupun kegiatan-kegiatan lainnya. “Karena tanggung jawab kelestarian hutan dan lingkungannya bukan hanya menjadi tanggung jawab pengelola TNBK melainkan tanggung jawab bersama”, imbuh mereka.

 

0
0
0
s2sdefault