Embaloh, 28 Februari 2020-SMART RBM atau Spatial Monitoring and Reporting Tool-Resort Base Management merupakan ujung tombak pengumpulan data di lapangan. Data tersebut akan bermuara pada sumber data atau database yang dihimpun secara kolektif melalui aplikasi. Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah I Lanjak yang terdiri atas Resort Sebabai dan Resort Sadap melaksanakan patroli dengan melibatkan Masyarakat Mitra Polisi Kehutanan (MMP). Patroli berbasis SMART RBM di wilayah kedua resort tersebut, hal ini juga merupakan salah satu implementasi dari pembinan MMP yang dilaukan beberapa waktu lalu, sehingga para MMP dapat langsung mengaplikasikan pengetahuan dan skill yang diperoleh.

Patroli yang dilaksanakan pada tanggal 24-28 Februari 2020 tersebut dilaksanakan dengan berbasis SMART RBM untuk memperkuat pangkalan data di Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum (TaNa Bentarum). "Dengan diterapkannya metode SMART RBM, patroli tidak hanya terbatas mengenai kegiatan perlindungan dan pengamanan hutan, tetapi sekaligus keanekaragaman hayati yang ada di kawasan pada jalur partoli dapat ter-record dengan jelas. Data SMART RBM juga lebih terstruktur dan sistematis, sehingga memudahkan penginputan dan pencarian data." Ujar Parsaoran Samosir, Kepala SPTN Wilayah I Lanjak.

Pada Patroli kali ini ditemukan beberapa jenis tumbuhan dan satwa yang unik. Jenis tumbuhan yang berhasil ditemukan yaitu anggrek (Orchidaceae), jahe (Zingiber officinale), beberapa jenis rotan, jamur, dan kayu keras. Sementara jenis satwa yang ditemukan yaitu burung Enggang Cula (Buceros rhinoceros), Engang Gading (Rhinoplax vigil), Julang Emas (Rhyticeros undulatus), Kelampiau (Hylobates muelleri), sarang Orangutan dan suara burung Ruai. Temuan yang beraneka ragam tersebut menunjukan bahwa kawasan Taman Nasional Betung Kerihun, khususnya SPTN Wilayah I Lanjak memiliki biodiversitas yang tinggi, serta tumbuhan dan satwa yang dilindingi masih tetap lestari.

Patroli yang dilaksanakan di sekitar Sungai Tekelan dan Riak Tapang, Sub DAS Embaloh ini dilaksanakan bersama dengan anggota MMP. Selain untuk lebih memperkuat personel perlindungan dan pengamanan kawasan di ujung batas negeri, patroli bersama MMP ini dapat mempererat kerjasama antara pengelola kawasan taman nasional dengan masyarakat. Masyarakat sebagai pihak yang tinggal dekat dengan kawasan merupakan mitra pemerintah dalam melakukan kegiatan konservasi. Oleh karena itu, masyarakat harus dilibatkan secara aktif dalam kegiatan konservasi kawasan, termasuk patroli.

"Kita semua hidup karena ada alam. Hutan sebagai sumber kehidupan. Hutan mencukupi kebutuhan kami sehari-hari. Oleh karena itu, kami menyadari pentingnya konservasi, dan secara suka rela ikut dalam kegiatan patroli perlindungan dan pengamanan hutan ini." Ucap Antonius Regang, ketua MMP Resort Sebabai.

Lebih lanjut, Muh. Amal Nurhakim, Polisi Kehutanan SPTN Wilayah I Lanjak, berharap agar patroli bersama MMP dengan mengimplementasikan SMART RBM ini dapat dilaksanakan secara periodik di kawasan lainnya supaya didapatkan data yang lengkap dan up-to-date di seluruh kawasan, khususnya Taman Nasional Betung Kerihun, serta kerjasama antara pemerintah dan masyarakat dapat terus terjalin.

0
0
0
s2sdefault