Kegiatan ini dilaksanakan selama 3 hari sejak selasa sampai dengan Kamis dari tanggal 20 s/d 22 Oktober 2020 di Hotel Mitra Sentosa dan lapangan kantor Tana Bentarum yang meliputi teori sebanyak 6 jam pelajaran, praktek lapangan sebanyak 10 jam pelajaran dan simulasi penanggulangan kebakaran sebanyak 2 jam pelajaran. Pendanaan kegiatan ini bersumber dari hibah ADB FIP-1 melalui DIPA Balai Besar Tana Bentarum. Ada yang berbeda di dalam pelatihan MPA kali ini, kegiatan ini mengikuti protokol kesehatan selama masa pandemi Covid-19, seperti memakai masker dalam setiap kegiatan yang sedang berlangsung, menjaga jarak fisik antar peserta dan panitia, serta mencuci tangan dengan handsanitizer sebelum masuk ke ruang belajar.

Kegiatan ini dibuka oleh Kepala Balai Besar Tana Bentarum yang diwakili oleh Fery A.M Liuw, S.Hut.T., M.Sc selaku Kepala Bidang PTN Wil. II Kedamin, di damping oleh Kepala SPTN Wil. III Padua Mendalam, Kepala SPTN Wil. IV Nanga Era dan Komandan Brigdalkarhut Manggala Agni Semitau. Dalam sambutannya, Fery A.M. Liuw,S.Hut.T., M.Sc menyampaikan bahwa “Selama pandemi Covid-19 ini, upaya pengendalian harus terus di upayakan bahkan ditingkatkan, “jangan kendor dan tetap semangat”, ujarnya. Diharapkan para peserta dapat maksimal menyerap informasi dan ilmu yang diberikan oleh narasumber sehingga dapat bermanfaat bagi masing-masing desa. Melalui diseminasi dan upaya penyadartahuan oleh para anggota MPA, harapannya pada saatnya nanti, masyarakat mampu berperan dalam upaya mencegah, mengendalikan atau mengantisipasi terjadinya kebakaran hutan dan lahan yang berada di sekitar wilayahnya”.

Salah satu peserta yang berasal dari Desa Datah Dian yakni Bapak Yakobus Lasah yang masih aktif menjadi anggota MPA dari awal pembentukan MPA tahun 2018 sampai dengan sekarang menyampaikan bahwa “Dengan dilakukanya kegiatan pelatihan MPA ini, tentu kami sebagai anggota MPA sangat antusias sekali untuk mengikuti kegiatan ini dikarenakan sangat penting untuk pemantapan penggunaan peralatan kebakaran hutan, prosedur kegiatan pemadaman kebakaran hutan serta peraturan hukum yang berlaku dalam hal kebakaran hutan dan lahan”.

Kegiatan pelatihan dan penyegaran MPA ini diharapkan dapat memberikan wawasan dan pengetahuan kepada masyarakat dan menjadi agen dalam sosialisasi mengenai pencegahan dan pengendalian kebakaran hutan di wilayahnya masing-masing.

Selaku narasumber, dalam paparannya Ade Arief (Kepala Brigdalkarhut Balai Besar Tana Bentarum) menjelaskan agar peserta pelatihan dapat memahami konsep teori segitiga api, sebagai salah satu strategi pengendalian Karhutla. “Perlu strategi yang tepat didalam upaya pengendalian karhutla sehingga upaya penanggulangan karhutla dapat berjalan secara efektif dan efisien yaitu dengan menekankan pada upaya pencegahan karhutla”, tambahnya.

Sumber: Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun Danau Sentarum

0
0
0
s2sdefault