Jawa Timur. Kegiatan diisi dengan presentasi dan diskusi mengenai pengelolaan pencegahan kebakaran hutan dan lahan di kawasan konservasi, terutama di lokasi ekowisata yang dilaksanakan di kantor BBTNBTS. Selanjutnya dilakukan kunjungan ke lokasi-lokasi ekowisata di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru untuk melihat secara langsung pola-pola pencegahan dan pengendalian kebakaran hutan dan lahan.

Kegiatan studi banding ini dibuka oleh Plh. Kepala Bidang PTN Wilayah I, Sarmin, S. Hut, dan paparan presentasi disampaikan oleh Kepala Seksi P2 dan Koordinator Polisi Kehutanan BBTNBTS.

“Masyarakat sekitar kawasan TN Bromo Tengger Semeru, terutama Suku Tengger, sangat memegang teguh adat. Pengelolaan kawasan konservasi dan pembangunan sarana dan prasarana harus dikoordinasikan dengan masyarakat. Pengelolaan ekowisata juga harus selaras dengan adat istiadat masyarakat setempat, sehingga terbentuk rasa memiliki dan kesadaran masyarakat untuk menjaga kelestarian kawasan taman nasional.” Ungkap Sarmin, S. Hut

Studi banding dilakukan untuk meningkatkan kapasitas staf Balai Besar Tana Bentarum mengenai pengelolaan kawasan  ekowisata TNBTS dan pencegahan karhutla di dalamnya. Tim studi banding mengunjungi pendakian Penanjakan, desa wisata Edelweiss Wonokitri, Resort Penanjakan, destinasi wisata Laut Pasir, Bromo dan Savana Teletubies. Tim juga melakukan diskusi dengan Kelompok Pengelola Ekowisata Rano Basni, serta mengunjungi Resort Coban Trisula.

“Harapannya, strategi pencegahan kebakaran hutan dan lahan di lokasi ekowisata yang dilakukan oleh BBTNBTS dapat kami terapkan di dalam kawasan Tana Bentarum untuk mengurangi penyebab dan dampak kebakaran hutan dan lahan terhadap ekowisata, sehingga pengelolaan ekosistem dan wisata alam dapat berjalan secara sinergis.” Ungkap Lulu Sutrisna, ketua tim studi banding Balai Besar Tana Bentarum.

0
0
0
s2sdefault