“Rimbawan mengajar merupakan kegiatan kami dalam menunjang pendidikan masyarakat dengan mengajar kepada anak-anak berupa materi Baca, Tulis dan Hitung (Calistung)” ungkap Daud Hoerudin, selaku Kepala Resort Nanga Hovat

Selain pemberian materi Calistung anak-anak juga diajak dalam kegiatan menanam pohon, hal ini dilakukan sebagai sarana pembelajaran bagi anak-anak untuk dapat turut serta dalam menjaga kelestarian hutan.

Dalam kegiatan Rimbawan Mengajar disampaikan juga materi terkait pentingnya dalam menjaga hutan dan dipesankan untuk tidak merusak hutan, dengan harapan agar anak-anak dapat lebih memahami pentingnya hutan bagi kehidupan.

Selain kegiatan rimbawan mengajar, Balai Besar TaNa Bentarum yang bekerja sama dengan Yayasan Penyelamatan Orangutan Sintang (YPOS), mendirikan “Rumah Baca Mekaa” yang dilengkapi dengan buku-buku pelajaran tingkat SD dan SMP, majalah, komik serta buku cerita anak-anak.

“Rumah Baca Mekaa’ ini dapat menjadi sarana pembelajaran bagi anak-anak di Dusun Nanga Hovat serta mendukung kegiatan rimbawan mengajar” ungkap Victor, Manager YPOS.

“Rimbawan Mengajar merupakan salah satu bakti kita dalam menunjang pendidikan kepada masyarakat yang berada di ujung batas negeri” pungkas Arief Mahmud, M.Si selaku Kepala Balai Besar TaNa Bentarum

Kegiatan rimbawan mengajar ini disambut baik oleh Pak Nguli selaku Kepala Dusun Nanga Hovat. “Semenjak pandemi Covid-19 muncul, kegiatan belajar mengajar di SDN Nanga Hovat berkurang, guru-guru mengurangi intensitas kegiatan mengajar di sekolah, hal ini sangat berdampak kepada anak-anak yang kesulitan memahami pelajaran. Dengan adanya kegiatan Rimbawan Mengajar yang disertai dengan sarana Rumah Baca Mekaa' dapat membantu anak-anak dalam peningkatan kualitas pendidikan sehingga mereka dapat membekali diri dengan pengetahuan yang luas sejak dini agar masa depan mereka lebih baik nantinya” ujarnya.

Sumber : Eka Novia Mahesti - Calon Penyuluh Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum

0
0
0
s2sdefault