Putussibau-27 April 2018. Kejutan kembali ditorehkan oleh tim explorasi biodiversitas  Bukit Semujan kawasan Taman Nasional Danau Sentarum. Seekor Langur Borneo (Presbytis chrysomelas ssp. cruciger Thomas, 1892) secara tak terduga muncul di lokasi eksplorasi dan berhasil diabadikan salah seorang tim eksplorasi bernama Asri Ali Gessa. Kepala Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum (TaNa Bentarum) Arief Mahmud mengatakan bahwa dirinya mengapresiasi temuan tersebut dan hal ini membuktikan bahwa keragaman biodiversitas di Bukit Semujan sangat tinggi. “saya mengapresiasi sekali tim eksplorasi  yang berhasil menemukan jenis Langur tergolong langka ini. Temuan ini menunjukkan bahwa kawasan TNDS khususnya Bukit Semujan menyimpan keragaman biodiversitas tinggi” jelasnya. Selain itu, dirinya berharap ada upaya tindak lanjut atas hasil eksplorasi ini dengan fokus pada beberapa spesies yang tergolong kritis seperti halnya Langur Borneo.

Putussibau, 21 April 2018. Balai Besar TN Betung Kerihun dan Danau Sentarum (BBTN Bentarum) mengajak siswa sekolah dasar di wilayah Putussibau mengenali satwa yang dilindungi lewat media gambar. Program ini merupakan salah satu kegiatan edukasi lingkungan dan konservasi alam kepada siswa sekolah (Visit to School) yang merupakan agenda rutin Bidang Teknis Konservasi BBTN Bentarum. Dalam sambutannya saat membuka acara “Wildlife Drawing Contest” di Rumah Adat Melayu Putussibau, Sabtu (21/4), Kepala Bidang Teknis Konservasi, Ardi Andono mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu upaya BBTN Bentarum dalam rangka mengajak siswa mengenal berbagai macam satwa yang dilindungi khususnya yang ada di kawasan TN Bentarum. Selain itu pemilihan waktu yang bertepatan dengan Hari Kartini juga dimaksudkan untuk mengingat kembali kisah perjuangan Kartini yang menuntut hak kesetaraan pendidikan bagi perempuan Indonesia di zaman kolonialisme Belanda. “kami ingin mengajak siswa mencintai satwa khas Taman Nasional Bentarum dengan cara yang menyenangkan, selain itu hari ini juga kita diingatkan kembali kisah perjuangan Kartini yang ingin melihat kaum perempuan mendapatkan pendidikan layak dan setara seperti kaum laki-laki” jelasnya.

Putussibau, 12 April 2018. Direktorat Pemolaan dan Informasi Konservasi Alam (PIKA) Direktorat Jenderal KSDAE, Kementerian LHK menggelar Bimbingan Teknis ( Bimtek) Evaluasi Kesesuaian Fungsi (EKF) di Kantor Balai Besar TN Bentarum, Putussibau Kamis (12/4). Dalam arahannya sebelum acara, Kepala Bagian Tata Usaha BBTN Bentarum, Murlan Dameria Pane mengatakan bahwa acara bimtek ini menjadi krusial untuk mengetahui secara lengkap apakah kawasan konservasi termasuk Taman Nasional (TN) sudah sesuai dengan fungsi kawasan yang ada. “kita bisa lebih detail lagi tahu mengenai evaluasi fungsi dan zonasi kawasan konservasi” tegasnya. Ditambahkannya, EKF selama ini banyak dilakukan pada kawasan Cagar Alam (CA), Suaka Margasatwa (SM) atau Taman Wisata Alam (TWA) yang kewenangannya berada di BKSDA, dan kurang dilakukan oleh TN namun demikian dia berharap peserta bimtek mampu menggali informasi dari narasumber sehingga memiliki kemampuan EKF saat berpindah tugas ke BKSDA.

Putussibau, 18 April 2018. Dirjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE), Wiratno melepasliarkan kembali 10 ekor anakan ikan Arwana jenis Super Red (Schleropages formosus) ke habitat alaminya di Danau Sentarum, tepatnya di Desa Vega Kecamatan Selimbau Kabupaten Kapuas Hulu. Dalam arahannya beliau mengatakan bahwa masyarakat memang harus menjadi subjek dalam pengelolaan kawasan konservasi. "Ide seperti ini harus terus dikembangkan karena pada akhirnya nanti masyarakat menjadi pelaku utama konservasi alam" ujarnya.

Putussibau, 1 April 2018. Saka Wanabakti Kapuas Hulu (Saka KH) kembali berkiprah nyata dengan mengajak masyarakat Kota Lanjak dan sekitarnya untuk peduli sampah. Hal ini terlihat saat pamong dan anggota Saka KH bersama aparat TNI membersihkan sampah yang berserakan di Kota Lanjak, Kecamatan Lanjak, Kabupaten Kapuas Hulu, Minggu (1/4). Menurut Pelaksana Harian (Plh) Ketua Saka Wanabakti Cabang Kapuas Hulu, Zainal Muttaqien, gerakan peduli sampah ini merupakan salah satu bagian dari rangkaian acara pembinaan Saka Wanabakti yang telah dimulai dari Jumat (30/3).