Putussibau, 25 Januari 2018. Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum (BBTNBKDS) melaksanakan penandatanganan perjanjian kinerja (PK) antara Kepala Balai Besar dengan para Pimpinan Eselon 3. Hal ini dilakukan untuk menindaklanjuti perjanjian serupa yang dilakukan antara Kepala Balai Besar TNBKDS dengan Direktur Jenderal KSDAE. Dalam arahannya seusai penandatanganan PK di Kantor BBTNBKDS, Kamis (25/1), Kepala BBTNBKDS, Arief Mahmud mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan terobosan baru untuk memudahkan di dalam evaluasi pelaksanaan program dan anggaran yang telah direncanakan. “Perjanjian kinerja ini memudahkan kita dalam melakukan evaluasi capaian strategis” tuturnya.

Embaloh Hulu - Rabu, 18 Januari 2018. Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum (BBTNBKDS) menggandeng International Tropical Timber Organization (ITTO) untuk melatih warga desa Manua Sadap yang merupakan daerah penyangga TNBKDS untuk memanfaatkan program biogas yang telah ada dengan membuat diversifikasi pangan melalui pembuatan dodol pepaya dan keripik rebung (bambu muda). Mengambil lokasi Dapur Umum Biogas Dusun Sadap, Desa Menua Sadap, Kecamatan Embaloh Hulu hadir ibu-ibu PKK yang berasal dari dua dusun, yakni Dusun Sadap dan Dusun Kelayam. Kepala Seksi PTN 1 Lanjak, Parsaroan Samosir mengatakan dipilihnya dua produk olahan ini berdasarkan hasil survey potensi sumberdaya alam di Desa Manua Sadap. “Dusun Sadap dan sekitarnya ini mudah kita menemukan rumpun bambu serta buah papaya, hampir ditiap ladang masyarakat ada,” jelasnya.

Putussibau, 16 Januari 2018. Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum (BBTNBKDS) berkolaborasi dengan Asian Develoipment Bank (ADB) melakukan kajian potensi sosial-ekonomi di Desa Bungan Jaya kawasan TNBK. Kepala Bidang PTN Wilayah II Kedamin mewakili Kepala BBTNBKDS mengungkapkan bahwa secara umum suku yang mendominasi termasuk kedalam rumpun dayak Punan yang aslinya berasal dari wilayah Kalimantan Timur. “Secara umum masyarakat Desa Bungan Jaya didominasi suku Dayak Punan Hovongan dan beberapa suku dayak lain seperti Dayak Bukat, Dayak Belatung,Dayak Howoung, Dayak Kereho, Dayak Kayan, Melayu, dan Cina” tuturnya.

Putussibau, 16 Januari 2018. Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum Sentarum (BBTNBKDS) melalui Bidang Pengelolaan TN Wilayah II Kedamin melakukan berbagai upaya guna mendorong ekonomi masyarakat sekitar kawasan Taman Nasional salah satunya melalui budidaya ikan Semah (Tor spp). Berlokasi di Desa Bungan Jaya, di Kawasan DAS Kapuas, pengembangan ikan Semah sebagai komoditas unggulan mulai dilakukan. Kepala Bidang PTN II Kedamin, Fery AM Liuw mengatakan dipilihnya ikan Semah karena merupakan jenis ikan endemik Sungai Kapuas yang memiliki nilai jual yang tinggi. Dengan nilai ekonomis yang tinggi Fery menilai potensi ikan Semah bisa dikembangkan untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat “Dapat mengurangi potensi pengambilan ikan Semah di alam sehingga sangat bermanfaat untuk mempertahankan biodiversity yang ada di kawasan konservasi khususnya kawasan TNBK” tuturnya.

Danau Sentarum, 14 Januari 2018. Masyarakat di Desa Tempurau, Kec. Selimbau Kab. Kapuas Hulu mendesak pihak Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum (BBTNBKDS) untuk segera menangkap pelaku ilegal logging yang membuat hubungan baik BBTNBKDS dengan warga merenggang. Hal ini terungkap saat BBTNBKDS melalui Bidang PTN III Lanjak mengadakan sosialisasi tentang TNBKDS di Desa Tempurau dan Semalah pada Kamis, 12/12. Kepala Bidang PTN III Lanjak, Gunawan Budi Hartono mengatakan bahwa warga di dua desa yang mendapatkan sosialisasi ini mendukung upaya dan peranan BBTNBKDS sebagai pengelola kawasan Danau Sentarum. "Masyarakat sangat memahami aturan yang berlaku di TNDS" tegasnya. Lebih lanjut, mantan kepala Seksi PTN III Padua Mendalam ini menyampaikan keinginan masyarakat dua desa tersebut untuk bersama-sama instansi terkait mencari jalan keluar atas segala permasalahan yang terjadi antara warga dan pengelola TNDS. Selama ini masyarakat bergantung pada kawasan TNDS untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari. "Masyarakat berharap ada solusi yang bisa dilakukan oleh pihak TNBKDS untuk kegiatan/aktivitas masyarakat di 2 Desa tersebut" jelasnya.