“Menindaklanjuti arahan Kababes, penanaman pohon aren ini tidak hanya mendukung konservasi melalui rehabilitasi lahan tetapi juga harapannya di masa depan hasil nira nya mampu untuk pengembangan ekonomi rakyat” tegasnya.

Ditambahkan Fery, penanaman pohon aren di Nanga Era ini menggunakan jarak tanam 7 x 7 meter sesuai rekomendasi dari praktisi tanaman Dudung. “Metode penanaman dilakukan dengan pola tanam segitiga dengan jarak tanam 7x7m, kedalaman lubang galian 80x80x80 cm, dengan formula media timbun yaitu kompos, humus dan tanah” jelasnya. Menutup arahannya, Kepala Bidang PTNW II Kedamin ini berharap kepada pegawai dan masyarakat yang terlibat untuk menjaga dan merawatnya sehingga target penanaman pohon yang digagas Kementerian LHK dapat tercapai.

Sementara itu Kepala SPTN IV Nanga Era, Jembu mengatakan bahwa tidak hanya jenis aren yang ditanam tetapi juga tanaman kayu keras lainnya. “kami tanam pohon buah-buahan dan pohon kayu Gaharu” jelas Kepala Seksi yang telah mengabdikan dirinya lebih dari 10 tahun di TNBKDS ini sesaat sebelum dilakukan penanaman. Penanaman aren di lakukan di pimpin langsung oleh kepala bidang PTN wilayah II kedamin dan Kepala Seksi PTN wilayah IV Nanga Era dan Kepala Seksi PTN Wilayah III mendalam serta seluruh staf Lingkup Bidang PTNW II Kedamin. Hari Menanam pohon Indonesia (HMPI) dan Bulan Menanam Pohon Indonesia merupakan agenda besar Kementerian LHK untuk mengejar target penanaman 1 Milyar pohon. Puncak peringatan HMPI dilaksanakan pada 9 Desember lalu di Gunung Kidul di pimpin oleh Presiden RI Joko Widodo dan Menteri LHK Siti Nurbaya.

0
0
0
s2sdefault