"Para PNS yang diambil sumpahnya agar selalu menjaga integritas dan loyalitas kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia serta selalu bersemangat dimanapun melaksanakan tugas organisasi” kata Herry Subagiadi dalam sambutannya.

Herry juga menyampaikan pesan khusus dari Dirjen KSDAE agar menerapkan konsep Learning Organization yakni organisasi pembelajaran yang mampu menjadi contoh bagi UPT lain dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Ada 3 poin penting dalam konsep tersebut yakni Organisasi wajib ‘membuka diri’; Organisasi harus menghormati Hak Asasi Manusia (HAM); dan Organisasi harus meningkatkan kerjasama dengan pemda setempat, SKPD dan LSM terkait.

Selain itu Dirjen KSDAE melalui Sekditjen KSDAE berpesan agar setiap UPT KSDAE mempunyai role model dalam pengelolaan taman nasional yang menjadi program unggulan masing – masing UPT yang ada di wilayah dan menjadi contoh bagi UPT lain serta menjadi bukti dapat meningkatkan perekonomian masyarakat khususnya masyarakat desa penyangga kawasan.

"Momen pengambilan sumpah merupan momen untuk kembali instropeksi diri dan siap untuk melakukan yang terbaik untuk bangsa dan Negara.  ASN lingkup BBTNBKDS siap melaksanakan perintah dari Dirjen KSDAE” ujar Arief Mahmud, Kepala Balai Besar TNBKDS.

Arief menambahkan bahwa TNBKDS telah memiliki 3 Role Model utama dengan Membangun Kemandirian Ekonomi dan Peran Serta Masyarakat dalam Pengelolaan Kawasan Konservasi Melalui Pola Kerjasama Pemanfaatan HHBK Madu Hutan pada Zona Tradisional di Taman Nasional Danau Sentarum; Pembangunan dan Pemanfaatan Energi Hijau untuk Kesejahteraan Masyarakat Adat Dayak Iban Betang Sadap Secara Kolaboratif pada Daerah Penyangga Taman Nasional Betung Kerihun; Peningkatan Peran Serta Masyarakat Dalam Upaya Konservasi Spesies Penting Melalui Kegiatan Pelepasliaran Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus) di Taman Nasional Betung Kerihun. Serta 1 (satu) role model tambahan yaitu berupa pengembangan sanctuary Ikan Arwana yang dilindungi dan memiliki nilai ekonomis yang tinggi serta jumlah populasi individu di alam semakin berkurang karena over fishing dan kerusakan habitat. Pembangunan sanctuary tersebut direncanakan berlokasi di Danau Merebung Desa Melemba Kecamatan Batang Lupar.

0
0
0
s2sdefault