“Jangan khawatir temen yang kerja di TNBKDS saya kira pimpinan akan melihat prestasi yang dibuat temen-temen jangan berhenti untuk berkinerja” tuturnya. lebih lanjut Arief menuturkan bahwa tantangan pengelolaan kawasan konservasi kedepan semakin kompleks dan karenanya membutuhkan kerjasama dan komunikasi yang baik dengan para mitra konservasi untuk melalui tantangan tersebut.

“Mempertahankan (komunikasi dan kerjasama dengan para mitra) jauh lebih sulit dibandingkan dengan pertama membangun”. tegasnya. Arief berharap semua pegawai lingkup TaNa Bentarum mampu untuk menjalin komunikasi dan persepsi yang lebih baik sepeninggal pejabat struktural yang telah menginisiasi untuk membangun kerjasama tersebut.

Sementara itu, Kepala Bidang Teknik Konservasi TaNa Bentarum Ahmad Munawir yang mutasi menjadi Kepala BKSDA DKI Jakarta, dalam sambutannya menegaskan bahwa menjalani tugas di TaNa Bentarum selama 2 tahun memberikan pengalaman yang berbeda. Pengalaman mengelola kawasan TaNa Bentarum yang melibatkan banyak pihak utamanya pemerintah daerah, NGO dan masyarakat umum menjadi bekal baginya untuk berkiprah di tempat tugas yang baru.

“Dukungan bupati dan SKPD disini sangat luar biasa. Itu sangat baik dalam pengelolaan TN, sering sekali pemda tidak sinergi dengan kita, dan itu menguras energi”tuturnya. Ditambahkannya, TaNa Bentarum saat ini merupakan periode masa emas dan harus mampu mengoptimalkan momentum tersebut. Menurutnya, periode emas itu ditandai oleh dukungan pemerintah daerah, NGO dan masyarakat yang baik serta para pejabat struktural yang relatif muda.

“Mempertahankan komunikasi dengan pemda, NGO dan masyarakat umum jauh lebih sulit dibanding membangun karena dinamika yang cepat baik itu pergantian pimpinan, perubahan kebijakan dsb” tutur Munawir. Dia berharap penggantinya yang menduduki jabatan Kabid Teknis mampu memberikan kontribusi yang lebih baik lagi.

Selain jabatan kabid teknis, dilakukan juga pergantian jabatan pengawas dari kepala seksi IV Nanga Era yang lama Jembu kepada Muhamad Ilyas. Hadir dalam sertijab ini semua pegawai lingkup TaNa Bentarum diantaranya Kepala Bidang III Lanjak, semua pejabat pengawas serta pegawai fungsional dan tenaga kontrak. Mitra konservasi yang hadir diantaranya perwakilan Sintang Orangutan Centre (SOC), Kesatuan Pengelolaan Hutan dan lainnya.

0
0
0
s2sdefault