Pada Patroli kali ini ditemukan beberapa jenis tumbuhan dan satwa yang unik. Jenis tumbuhan yang berhasil ditemukan yaitu anggrek (Orchidaceae), jahe (Zingiber officinale), beberapa jenis rotan, jamur, dan kayu keras. Sementara jenis satwa yang ditemukan yaitu burung Enggang Cula (Buceros rhinoceros), Engang Gading (Rhinoplax vigil), Julang Emas (Rhyticeros undulatus), Kelampiau (Hylobates muelleri), sarang Orangutan dan suara burung Ruai. Temuan yang beraneka ragam tersebut menunjukan bahwa kawasan Taman Nasional Betung Kerihun, khususnya SPTN Wilayah I Lanjak memiliki biodiversitas yang tinggi, serta tumbuhan dan satwa yang dilindingi masih tetap lestari.

Patroli yang dilaksanakan di sekitar Sungai Tekelan dan Riak Tapang, Sub DAS Embaloh ini dilaksanakan bersama dengan anggota MMP. Selain untuk lebih memperkuat personel perlindungan dan pengamanan kawasan di ujung batas negeri, patroli bersama MMP ini dapat mempererat kerjasama antara pengelola kawasan taman nasional dengan masyarakat. Masyarakat sebagai pihak yang tinggal dekat dengan kawasan merupakan mitra pemerintah dalam melakukan kegiatan konservasi. Oleh karena itu, masyarakat harus dilibatkan secara aktif dalam kegiatan konservasi kawasan, termasuk patroli.

"Kita semua hidup karena ada alam. Hutan sebagai sumber kehidupan. Hutan mencukupi kebutuhan kami sehari-hari. Oleh karena itu, kami menyadari pentingnya konservasi, dan secara suka rela ikut dalam kegiatan patroli perlindungan dan pengamanan hutan ini." Ucap Antonius Regang, ketua MMP Resort Sebabai.

Lebih lanjut, Muh. Amal Nurhakim, Polisi Kehutanan SPTN Wilayah I Lanjak, berharap agar patroli bersama MMP dengan mengimplementasikan SMART RBM ini dapat dilaksanakan secara periodik di kawasan lainnya supaya didapatkan data yang lengkap dan up-to-date di seluruh kawasan, khususnya Taman Nasional Betung Kerihun, serta kerjasama antara pemerintah dan masyarakat dapat terus terjalin.

0
0
0
s2sdefault