Kegiatan ini merupakan salah satu bagian dalam upaya mensosialisasikan pencegahan karhutla, pada kesempatan ini juga Balai Besar TaNa Bentarum berkesempatan memberikan informasi mengenai kegiatan pembukaan lahan tanpa bakar (PLTB) dengan cara pemanfaatan limbah kayu di sekitar lahan. Limbah kayu dikumpulkan untuk dimanfaatkan menjadi produk cuka kayu. Salah satu kelompok desa binaan Balai Besar TaNa Bentarum yang telah menerapkan pembuatan dan pemanfaatan cuka kayu adalah kelompok Masyarakat Peduli Api (MPA) Desa Mensiau. “Cuka kayu merupakan hasil dari pemanfaatan limbah kayu yang tak terpakai di sekitar lahan masyarakat. Manfaat cuka kayu sangat beragam, selain digunakan sebagai pupuk organik dan herbisida alami, dapat juga digunakan sebagai obat kulit luar”, ujar Kepala Resort Sebabai Donatus Langit.

Balai Besar TaNa Bentarum  bersama Kodim 12-06 Kapuas Hulu berharap masyarakat dapat menerapkan sistem PLTB dalam aktivitas berladang serta memanfaatkan limbah kayu yang ada untuk dijadikan cuka kayu yang kaya akan manfaat. “Dengan pengelolaan yang benar, limbah kayu memiliki banyak akan manfaat. Semoga masyarakat di seluruh Indonesia terkhususnya di Kecamatan Batang Lupar Kabupaten Kapuas Hulu ini dapat menerapkan dan mengimplentasikan ilmu tentang PLTB serta pemanfaatan cuka kayu, sehingga langit di bumi khatulistiwa kita akan selalu berwarna biru”, pungkas Bapak Siswadi selaku Danramil Batang Lupar.

0
0
0
s2sdefault