“Ini adalah upaya kami mengajak masyarakat menanam pohon, selain tentunya membantu mempercantik lanskap Taman Alun yang merupakan kebanggaan masyarakat di Kapuas Hulu”tegasnya. Lebih lanjut, Arief menambahkan bahwa tidak hanya di Putussibau, lokasi penanaman juga dilakukan di Bidang PTN Wilayah I Mataso sebanyak 500 batang dan Bidang PTN Wilayah 2 sebanyak 50 batang.

“Jenis pohonnya ada Pulai, Aren, Tembesu dan jenis lainnya yang memang sesuai di tanam untuk fungsi estetika serta bisa memberikan nilai ekonomi tambahan” tuturnya.

Menurut orang nomor satu di TaNa Bentarum ini, kegiatan penanaman pohon ini juga merupakan himbauan langsung dari Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Siti Nurbaya. Karenanya, dia dan tim panitia telah merencanakan jauh hari agar agenda penanaman pohon menjadi program utama rangkaian Hari Bakti Rimbawan tahun ini.

“Arahan bu Menteri 1 orang menanam 25 pohon, dan kedepan kita akan terus menanam tidak hanya pada saat peringatan hari bakti saja”tegas Arief. Dia juga meminta agar pegawai dan masyarakat yang terlibat untuk merawat dan menjaga pohon yang telah ditanamnya. Hal ini menurutnya untuk mencegah terjadinya kematian dan juga memastikan tujuan penanaman dapat tercapai.

“Saya menghimbau kepada kita semua untuk menjaga dan merawat karena percuma juga kalo hanya ditanam tapi tidak dirawat” tegasnya.

Pantauan tim media, acara penanaman dimulai sejak pukul 07.30 WIB. Lubang galian dan pembersihan lokasi penanamam telah disiapkan sehari sebelumnya melibatkan semua pegawai dan juga anggota Manggala Agni. Balai Besar TaNa Bentarum sebagai pengelola dua taman nasional di Kapuas Hulu yaitu Taman Nasional Betung Kerihun seluas 800 ribu hektar dan Taman Nasional Danau Sentarum seluas 127 ribu hektar. Saat ini TaNa Bentarum menjadi sebuah oase bagi upaya pelestarian ekosistem hutan asli Kalimantan dan menjadi bagian dari Heart of Borneo. Pengelolaan Kawasan Konservasi lintas batas negara (Transboundary Conservation Area) merupakan salah satu fokus pengelolaan TaNa Bentarum bersama dengan Taman Negara Batang Ai dan Suaka Alam Lanjak Entimau di Malaysia.

“Kita berupaya menjadi leading sector dalam mengkampanyekan cinta lingkungan kepada masyarakat sekaligus menjadi rujukan bagi tempat lain dalam pengelolaan kawasan konservasi yang berkelanjutan” pungkasnya.

0
0
0
s2sdefault