Mentibat, 9 Oktober 2021. Taman Nasional Betung Kerihun (TNBK) menjadi tuan rumah bagi tiga individu Orangutan (Pongo pygmaeus pygmaeus) betina yang telah lulus rehabilitasi di Sekolah Hutan Jejora yang dikelola oleh Yayasan Penyelamatan Orangutan Sintang (YPOS).

Ketiga Orangutan  betina bernama Maya (7 Tahun 10 Bulan) berasal dari Desa Betangai Kec. Nanga Sokan, Kab. Melawi, Selly (8 Tahun) berasal dari Kec. Belimbing Selatan Kab. Melawi dan Nicky (10 Tahun) berasal dari Desa Pandan Sembuat Kec. Tayan Hilir kab. Sanggau. Ketiganya di rescue oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat bersama YPOS.

Pelepasan Orangutan kali ini merupakan pelepasliaran tahap ke-Delapan dengan total 19 individu Orangutan telah kembali ke habitatnya. Orangutan yang dilepasliarkan telah menjalani proses cukup panjang yang mencakup “Pelatihan Kemampuan Dasar” seperti memanjat, memilih makanan, membuat sarang  serta  kemampuan individu untuk bertahan hidup di hutan.

“Setelah dilakukan pengecekan medis, ketiganya dinyatakan negatif dari penyakit, kemudian dalam pengamatan dan evaluasi ketiganya mampu beradaptasi dengan alam sehingga dapat di lepasliarkan” jelas Hasudungan Pakpahan selaku Ketua Yayasan YPOS.

Kegiatan pelepasliaran ini merupakan kerjasama antar tiga pihak yaitu Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun Danau Sentarum (TaNa Bentarum), Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Barat dan Yayasan Penyelamatan Orangutan Sintang. Ketiga pihak turut hadir mengantar Orangutan untuk dilepasliarkan sekaligus menandatangani Berita Acara Serah Terima Orangutan.

"Kegiatan pelepasliaran Orangutan dan keberadaannya di Sub DAS Mendalam ini tidak lepas dari peran serta masyarakat yang telah melindungi dan menjaga kelestarian kawasan Taman Nasional Betung Kerihun selama ini" ucap Kepala Bidang PTN Wilayah II Kedamin Balai Besar TaNa Bentarum.