Dusun Semangit, 8 Februari 2022 - Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum (TaNa Bentarum) mendampingi dan memfasilitasi kunjungan lapangan Buyer dan Investor ke kawasan Taman Nasional Danau Sentarum (TNDS). Perjalanan Buyer dan Investor untuk mempromosikan Ekonomi Hijau dan Rantai Pasok Berkelanjutan di Kapuas Hulu salah satunya Dusun Semangit dan Pulau Sepandan Kawasan Danau Sentarum yang berpeluang di Bidang Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) seperti madu dan ikan serta di bidang ekowisata. (6 s/d 7 Februari 2022)

Dengan adanya penetapan Cagar Biosfer Betung Kerihun Danau Sentarum Kapuas hulu menjadi daya tarik Buyer dan Investor melihat potensial yang dimiliki salah satunya komoditas Tengkawang, Tenun, Madu Hutan dan Ekowisata yang menjadi tujuan kunjungan.

Kunjungan ini di ikuti oleh Tim NIRAS Ip Consult (Tim Leader), Tim GIZ-SASCI COS, Tim BBTNBKDS, Tim Fasilitator (KAIT Nusantara), Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Tim Media CNN, Tim Media Kompas, Tim Media Pontianak Post, Tim Media Ruai TV dan 7 orang Buyer dan Investor (Nusantara Kita Tour dan Travel Ecotourism, Cahaya Agribiz, Bigboylooksgood, PT.Yagi Natural Indonesia, Yayasan Ekosistem Bintang Lestari-Supernova Ecosystem, Handep, Forest Wise).

Saat berkunjung ke Kawasan TNDS, Buyer dan Investor turut melihat langsung proses pemanenan Madu Hutan (Tikung) secara lestari hingga menjadi kemasan madu APDS (Asosiasi Periau Danau Sentarum) yang dikelola oleh masyarakat Dusun Semujan dan juga menginap di salah satu tempat wisata unggulan yaitu Pulau Sepandan. Dua investor yang menggeluti bidang Madu dan Ekowisata sangat tertarik dengan potensi yang ada. Khususnya Yayasan Ekosistem Bintang Lestari-Supernova Ecosystem yang bergerak dibidang Madu tertarik untuk mendukung produk masyarakat dan menawarkan akan berinvestasi apabila masyarakat bersedia menyediakan produk sesuai dengan kebutuhan Buyer dan Investor. Nusantara Kita Tour dan Travel Ecotourism yang menyediakan jasa perjalanan wisata turut tertarik dengan potensi ekowisata yang dimiliki masyarakat dan Kawasan TNDS.

Melihat dari potensi yang ada contohnya Madu hutan dan produksi Ikan disini sangat cocok untuk wisata minat khusus. Masyarakat bisa membuat paket panen ikan atau paket panen madu atau paket pengamatan satwa yang nantinya dapat kita sampaikan kepada pengunjung.” “informasi-informasi dalam paket itu menjadi daya jual yang cukup tinggi karena paket yang kita tawarkan tidak sembarangan”.  Jelas Ronny Hendrawan selaku Agen Nusantara Kita Tour dan Travel Ecotourism. Shane McCarthy sebagai Tim Leader kegiatan kunjungan menjelaskan “kami mengajak investor untuk melihat langsung proses pembuatan produk yang dilakukan masyarakat supaya investor tertarik dengan produk-produk alami dan mendukung kerja masyarakat. Dengan begitu kita dapat membantu perekonomian masyarakat dan juga masyarakat tidak harus melakukan kegiatan-kegiatan yang merusak hutan”.