Putussibau, 31 Maret 2022. Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum (TaNa Bentarum) mengadakan Pelatihan/Penyegaran Masyarakat Peduli Api (MPA) Desa Bungan Jaya dan Desa Tanjung Lokang pada tanggal 30-31 Maret 2022 di Hotel Uncak Kapuas Putussibau. Pelatihan/Penyegaran ini diharapkan rutin dilaksanakan guna menyadartahukan masyarakat dan memberikan wawasan, pengetahuan serta keterampilan kepada masyarakat sehingga menjadi agen di desa dan membantu Taman Nasional untuk pencegahan dan pengendalian kebakaran hutan di wilayahnya masing-masing.

Pelatihan yang dipaparkan oleh Ade Arif, S.Hut, Edi Kurniadi, Adi Sucipto dan AB. Heri Infantri sebagai narasumber membahas mengenai Teknik Pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan, Peringatan Dini dan Deteksi Dini Kebakaran Hutan dan Lahan serta Teknik dan Strategi Pemadaman Gambut. Kemudian pelaksanaan praktek mengenai Patroli dan Pemetaan Daerah Rawan Kebakaran Hutan dan Lahan serta praktek mengenai Simulasi Pemadaman Kebakaran.

Pembukaan acara Pelatihan/Penyegaran MPA diikuti 30 orang peserta dan dihadiri pihak ADB FIP-1, Kepala Kepolisian Sektor (Polsek) Putussibau Selatan, Komando Rayon Militer (Koramil) Kota Putussibau, Camat Putussibau Selatan, Kepala Bidang Pengelolaan Taman Nasional Wilayah II Kedamin, pejabat pengawas dan pejabat administrator dengan tujuan untuk mensinergikan program pengendalian kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Kapuas Hulu, khususnya di sekitar/di dalam kawasan TN Betung Kerihun.

Fery AM. Liuw, S.Hut.T., M.Sc yang mewakili Kepala Balai Besar TaNa Bentarum mengatakan “Masyarakat biasanya melakukan pengolahan lahan dengan sistem lahan berpidang, ini menjadi faktor pemicu kebakaran hutan dan lahan”. “Dengan adanya pelatihan MPA ini menjadi media pembelajaran bagi masyarakat dalam mengolah lahan dan juga bentuk upaya Taman Nasional mendukung peran masyarakat dalam menjaga lingkungan” tambahnya.

Bapak Antonius Kuai yang merupakan tokoh adat Desa Bungan Jaya yang juga hadir dalam kegiatan mengungkapkan “kami sangat senang mengikuti kegiatan pelatihan/penyegaran MPA ini karena dapat menambah wawasan serta ilmu tentang kebakaran hutan dan lahan”. Jelasnya.