Mentibat, 27 Mei 2022. Pelepasliaran Orangutan kembali dilaksanakan di kawasan Taman Nasional Betung Kerihun (TNBK). Pelepasliaran tahap 9 ini dilakukan oleh Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum (TaNa Bentarum) bersama Yayasan Penyelamatan Orangutan Sintang (YPOS) dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) KalBar.

Victoria (Betina /8 tahun 4 bulan), Felix (Jantan /8 Tahun 5 bulan) dan Bos Benni (Jantan / 9 tahun 1 bulan), ketiga individu orangutan ini telah menjalani proses yang cukup panjang yang mencakup kemampuan “pelatihan kemampuan dasar” seperti memanjat, memilih makanan dan membuat sarang serta kemampuan individu untuk bertahan hidup di hutan.

Ketiganya berhasil dilepasliarkan di Sub DAS Mendalam tepatnya di Blok Sungai Rongun Sub DAS Mendalam, Resort Nanga Hovat, Seksi Pengelolaan Taman Nasional (PTN) Wilayah III Mendalam, Bidang Pengeloaan Taman Nasional Wilayah II Kedamin yang juga menjadi lokasi pelepasliaran sebelumnya. Pelepasliaran kali ini dilakukan di dua titik karena salah satu orangutan memiliki karakter yang cukup “sensitif”.

Dalam pelepasliaran yang dilakukan selama 2 (dua) hari dihadiri langsung oleh Kepala Bidang PTN Wilayah II Kedamin, Kasi PTN Wilayah III Padua Mendalam, Kepala Resort Hovat, Tim YPOS dan SOC, Tim BKSDA Kalbar serta 8 donatur orangutan yang berasal dari Belanda dengan total keseluruhan sebanyak 44 orang.

Sebelum dilaksanakan pelepasliaran orangutan, dilakukan penandatanganan Berita Acara Serah Terima (BAST) antar Tim TaNa Bentarum, YPOS dan BKSDA Kalbar di Camp Mentibat serta penyerahan simaksi dan tiket masuk kawasan untuk donatur/ pengunjung mancanegara.

Kegiatan pelepasliaran ini sudah berlangsung sejak tahun 2017 hingga Mei 2022 dengan total sebanyak 22 individu orangutan yang berhasil dilepasliarkan di kawasan TNBK dan 1 individu hasil translokasi.

“Lokasi Blok Sungai Rongun ini dinilai sebagai habitat yang cocok untuk keberlangsungan hidup Orangutan” ucap Kepala Balai Besar TNBKDS Wahju Rudianto S.Pi., M.Si. “Kegiatan pelepasliaran ini juga bentuk upaya untuk meningkatkan jumlah populasi Orangutan yang sudah terancam punah sehingga dipastikan individu Orangutan yang dilepasliarkan tersebut dapat bertahan hidup dan berkembangbiak secara alami di habitatnya” tambahnya.