Pulau Tekenang, 7 Februari 2020. Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum (TaNa Benatarum) mengadakan inhouse training dan diskusi Kegiatan Penelitian dengan Tim Limnologi LIPI di Wilayah Taman Nasional Danau Sentarum (TNDS). Inhouse training dan diskusi yang dilaksanakan di Ruang Pertemuan Guest House Tekenang ini diikuti oleh seluruh Pejabat Fungsional Pengendali Ekosistem Hutan (PEH) lingkup Balai Besar TaNa Bentarum yang berjumlah 15 orang. Adapun tim peneliti Limnologi terdiri dari 2 orang peneliti LIPI, yaitu Dr. Luki Subehi, M.Sc dan Imroatush Shoolikhah, S. Si, M.Sc serta seorang ahli Ekologi Sungai (stream ecology) dari Center for Ecological Research, Universitas Kyoto, Asc. Prof. Hiromi Uno. Penelitian Limnologi yang diangkat adalah mengenai karakteristik Danau Sentarum dan jaring-jaring makanan yang terdapat di dalamnya. Pada kesempatan ini, tim peneliti tersebut juga mencoba mempelajari bagaimana pengelolaan Danau Sentarum sebagai Danau Paparan Banjir yang masih terjaga kealamiannya karena saat ini danau paparan banjir di Jepang sudah banyak berubah menjadi persawahan dan area ekonomi lainnya.

Dr. Luki Subehi, M.Sc dalam paparannya menyatakan, Penelitian limnologi di Danau Sentarum sangat penting dilakukan mengingat Danau Sentarum merupakan salah satu dari 15 danau prioritas di Indonesia. Danau merupakan bagian dari perairan darat yang dapat digunakan langsung oleh manusia, seperti kegiatan perikanan, pariwisata, energi, dan aktivitas manusia lainnya, sehingga berdampak pada kualitas perairan. Hal tersebut senada dengan arahan Kepala Balai Besar TaNa Bentarum bahwa kerja sama antara pihak pengelola taman nasional dengan LIPI, khususnya tim Limnologi sangat diperlukan dalam rangka pemenuhan kebutuhan data kondisi perairan TNDS. Harapannya, data tersebut dapat digunakan sebagai dasar pembuatan kebijakan yang memperhatikan aspek ekologi dan masyarakat. Selain itu Balai Besar sangat perlu untuk belajar tentang limnologi karena selama ini belum banyak potensi yang tersentuh mengingat keterbatasan sumber daya manusia dan juga peralatan.

Kegiatan inhouse training memberikan kesempatan kepada para peserta untuk mempelajari metode penelitian serta penggunaan peralatan uji yang digunakan oleh para peneliti untuk mengambil sampel. Peralatan tersebut meliputi alat uji kualitas air serta alat pengambilan sampel ikan, plankton dan bentos. Selain itu, para peneliti dan peserta inhouse training juga mendiskusikan mengenai rencana riset ke depan mengingat masih kurangnya data Limnologi di kawasan perairan darat Taman Nasional Betung Kerihun (TNBK) dan TNDS. Menutup kegiatan ini, koordinator PEH Balai Besar TaNa Bentarum, Aripin, S.Hut, M.Sc menyampaikan harapannya agar kerjasama penelitian Limnologi tersebut dapat berlanjut dan kegiatan riset bersama yang direncanakan dapat direalisasikan. Balai Besar sudah seharusnya memperhatikan aspek limnologi yang diseimbangkan dengan aspek daratan mengingat kedua aspek tersebut menjadi satu kesatuan ekosistem yang unik di TNBK dan TNDS ini.

Tags:

Leave a comment