Jelang Kemarau TaNa Bentarum Siaga Karhutla

Putussibau, 29 Maret 2018. Memasuki musim kemarau yang terjadi akhir April 2018, Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun (TaNa Bentarum) khususnya Bidang PTN Wilayah III Lanjak siaga antisipasi kejadian Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Badan Meteorologi dan Klimatologi (BMKG) memprediksi bahwa wilayah Kalimantan Barat akan memasuki musim kemarau pada akhir April hingga puncaknya bulan Agustus-September 2018. Kepala Bidang PTN Wilayah III Lanjak, Gunawan Budi menegaskan bahwa pencegahan karhutla berbasis masyarakat menjadi program utama yang akan dilakukan. Hal ini ditegaskannya saat memberikan penjelasan antisipasi kebakaran hutan dan lahan tahun 2018 kepada tim media, Kamis (29/3).

“Kita utamakan kegiatan pencegahan berbasis masyarakat dengan penguatan kapasitas Masyarakat Peduli Api (MPA) melalui pelatihan dan bantuan peralatan pemadam kebakaran” ujarnya. Lebih lanjut, Gunawan mengatakan optimalisasi korps Manggala Agni yang selama ini menjadi garda terdepan pencegahan dan pemadaman karhutla akan semakin diintensifkan. “Manggala Agni dan PT. Buana Tunas Sejahtera tanggal 28-29 Maret ini akan melatih masyarakat sekitar 50 orang dalam rangka mengantisipasi karhutla di wilayah kebun sawitnya” tukasnya.

Selain pelatihan, Manggala Agni Daops Semitau juga akan dimobilisasi untuk melakukan kunjungan kepada perangkat desa dan tokoh masyarakat sekitar Taman Nasional Danau Sentarum (TNDS) bersama mencegah kebakaran hutan dan lahan yang memang sering terjadi.

“Kita akan intensifkan patroli rutin resort bersama Manggala Agni Daops Semitau guna sosialisasi dan anjangsana kepada tokoh masyarakatt, tokoh adat dan agama yang berada dlm kwsn TNDS” tegas bapak yang disapa Pak Gun ini. Menurutnya patroli terpadu antara Manggala Agni, TNI dan Polri akan semakin rutin dilaksanakan jelang musim kebakaran hutan ini khususnya untuk wilayah-wilayah yang rawan kebakaran dan berbatasan langsung dengan Kawasan Taman Nasional. “kita fokus pada desa/kecamatan yang berbatasan langsung dengan kawasan konservasi TNBK dan TNDS, khususnya rawan karhutla” pungkasnya.

Saat ini jumlah personil Manggala Agni Daops Semitau sebanyak 44 orang dan ini dirasa masih kurang. Namun demikian keterbatasan personil ini dilengkapi oleh personil polisi kehutanan yang bersiaga jika sewaktu-waktu dibutuhkan ketika terjadi pemadaman kebakaran hutan. Tahun lalu berdasarkan data yang dikeluarkan bagian data Tana Bentarum, luas kebakaran hutan khususnya di Kawasan TNDS mencapai 106,87 hektar. “kita menginginkan adanya penurunan luas kebakaran, karenanya persiapan kali ini saya harapkan lebih baik lagi” pungkas Gunawan menutup wawancara dengan tim media.

Tags:

Leave a comment