Kemah Bakti Sakawanabakti BBTNBKDS Untuk Lingkungan dan Masyarakat

Batang Lupar, 6 Agustus 2017. Menyambut Hari Konservasi Alam Nasional tahun 2017, Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum (BBTNBKDS) menyelenggarakan berbagai kegiatan yang dikemas dalam kegiatan kemah bakti konservasi bertempat di bumi perkemahan SMA 1 Batang Lupar pada tanggal 4-6 Agustus 2017. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan jiwa corsa/kebersamaan, kemandirian dan kepedulian terhadap lingkungan.

Peserta dari kemah ini adalah anggota sakawanabakti dari Putussibau 10 orang,  kecamatan Embaloh Hulu 30 orang dan kecamatan Batang Lupar 30 orang serta melibatkan pendamping dari sekolah masing-masing. Diharapkan dengan melibatkan berbagai sekolah dapat semakin memperluas jaringan dan mampu menyebarkan virus konservasi kepada teman-temannya.

Dalam kemah bakti ini, kegiatannya dibagi menjadi dua tema besar, yaitu bakti lingkungan dan bakti sosial. Kegiatan bakti lingkungan dilakukan dengan membersihkan sungai dan melaksanakan penanaman pohon di SMA 1 serta SMP 1 Batang Lupar, sedangkan bakti sosial berupa bersih tempat ibadah dilaksanakan di gereja dan masjid. Selain berbagai kegiatan tersebut, tentunya juga ada materi yang tak kalah pentingnya mengenai bina cinta alam, kader konservasi, outbound, serta pengenalan  keanekaragaman hayati.

Kepala Bidang Teknis Konservasi Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum dalam sambutan dan pembukaannya menyatakan bahwa diharapkan dalam kegiatan ini para peserta dapat enjoy dan menikmati seluruh rangkaian kegiatan, sehingga ilmu yang diperoleh dapat ditularkan kepada teman lainnya.

Keceriaan terpancar dari setiap peserta sejak diberangkatkan dari domisili mereka dan upacara pembukaan/pelepasan peserta. Mereka sangat antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dari awal hingga akhir. Kegembiraan juga terlihat karena mereka mendapatkan saudara-saudara baru dari berbagai sekolah. Bahkan dalam acara pentas seni yang diadakan Sabtu malam 5 agustus 2017, masing-masing secara perseorangan maupun kelompok berlomba-lomba menampilkan kesenian terbaiknya.

Kegiatan ini sangat diapresiasi oleh berbagai pihak baik itu sekolah asal peserta dan lokasi tempat kegiatan, pemerintah daerah  dan muspika serta masyarakat sekitar. Mereka berharap kegiatan seperti ini dapat sering dilaksanakan dan melibatkan lebih banyak peserta, tentunya juga mempertimbangkan sumber daya yang ada. Namun yang paling penting, kepedulian terhadap lingkungan dapat tersebar luas sesuai dengan semangat peringatan Hari Konservasi Alam Nasional. (zm)

Tags:

Leave a comment