Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu dan Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum (BBTNBKDS) mengumumkan pemenang lomba desain Logo Cagar Biosfer Betung Kerihun Danau Sentarum Kapuas Hulu.

Selama perayaan Hari Ulang Tahun Kota Putussibau pada 8 Juli, Bupati Kapuas Hulu Bapak A.M Nasir, SH dan Kepala Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum Bapak Ir. Arief Mahmud, M.Si memilih 1 pemenang dari 130 karya dan desainer lokal. Inisiatif yang didukung oleh kerjasama teknis Jerman dan didanai oleh pemerintah Jerman dimaksudkan untuk mendukung penjangkauan publik terhadap Cagar Biosfer (CB) yang baru ditetapkan di Kapuas Hulu.

Pada 25 Juli 2018 lalu di sidang ke-30 International Coordinating Council (ICC) Man and Biosphere (MAB) UNESCO di Palembang, Pemerintah Indonesia telah secara resmi mencalonkan Kapuas Hulu sebagai Cagar Biosfer UNESCO baru. Cagar biosfer merupakan  ekosistem dengan tumbuhan dan hewan yang memiliki minat ilmiah dan alami yang tidak biasa. Ini adalah label yang diberikan oleh UNESCO untuk membantu melindungi situs dan mempromosikan pembangunan berkelanjutan di kawasan ini. Cagar biosfer diharapkan untuk mempromosikan manajemen, penelitian dan pendidikan dalam konservasi ekosistem, termasuk “pemanfaatan sumber daya alam berkelanjutan”.

Kabupaten Kapuas Hulu terletak di Provinsi Kalimantan Barat yang merupakan sumber air dimana 70% dari luasan daratannya berada dalam status Kawasan Hutan Lindung dan Taman Nasional. Cagar Biosfer memiliki zona inti yang berada pada dua Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum. Kondisi CB Ini merupakan fitur hutan hujan tropis dataran rendah dan gunung yang unik yang merupakan rumah bagi beragam flora dan fauna. Di dalam CB, keseimbangan antara pembangunan ekonomi dan konservasi untuk kepentingan masyarakat setempat dibayangkan.

Bupati kabupaten Kapuas Hulu Bapak A.M Nasir, SH menyatakan bahwa dengan status baru Cagar Biosfer akan memperkuat upaya sejak lama meletakkan Kabupaten Kapuas Hulu dalam isu konservasi melalui penetapan sebagai Kabupaten Konservasi terutama untuk mendapatkan pengakuan dari dunia internasional. Ia berharap penetapan cagar biosfer ini akan memberikan peluang tambahan misalnya pengembangan ekowisata yang akan memberikan kontribusi peningkatan ekonomi bagi masyarakat lokal.

Bapak Ir. Arief Mahmud, M.Si Kepala Balai Besar TNBKDS melengkapi pandangan ini dengan menyatakan bahwa penetapan cagar biosfer ini adalah sebagai langkah maju dan  sebuah inisiatif kabupaten yang sangat baik yang perlu mendapatkan apresiasi di level nasional hingga internasional.

Acara peluncuran logo cagar biosfer ini, bersamaan dengan peringatan hari ulang tahun Kota Putussibau yang dihadiri oleh masyarakat luas di Kabupaten Kapuas Hulu baik dari kalangan pemerintah, swasta, dan masyarakat umum.

Pemenang desain logo adalah saudari Efiyati, S.Pi yang berasal dari Lanjak, Kecamatan Batang Lupar dan untuk itu berhak menerima hadiah penghargaan sebesar 10 juta rupiah yang didukung oleh lembaga kerjasama Indonesia-Jerman dan GIZ FORCLIME.

Desain logo ini secara keseluruhan melambangkan kesatuan alami antara bentang alam, kekayaan flora dan fauna yang memberikan nilai ekonomi dan juga sekaligus sebagai status sosial budaya masyarakat dalam bingkai fungsi ekosistem untuk pembangunan yang berkelanjutan.

Tags:

Leave a comment