BBTN Bentarum Gelar Lokakarya Metodologi dan Penilaian Keakuratan Peta

Putussibau, 25 April 2019. Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum (BBTN Bentarum) memfasilitasi pertemuan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Kapuas Hulu dengan Direktorat Jenderal Pengelolaan Hutan Produksi Lestari membahas mengenai Lokakarya Metodologi dan Penilaian Keakuratan Peta. Rapat dibuka Kepala BBTN Bentarum Ir. Arief Mahmud, M.Si. KPH memiliki peranan penting sebagai penyelenggara pengelolaan hutan di tingkat tapak, yang berkewajiban menjamin bahwa pengelolaan hutan dilakukan secara lestari sesuai dengan fungsinya. Dalam praktiknya, penyelenggaraan pengelolaan hutan pada tingkat tapak oleh KPH adalah melaksanakan kegiatan pengelolaan di wilayah kerjanya terkait perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, pengawasan dan pengendalian serta membuka peluang investasi guna mendukung tercapainya tujuan pengelolaan hutan. 

Pertemuan dihadiri 20 orang peserta yang terdiri dari KPH Kapuas Hulu Utara sebanyak 7 orang, KPH Kapuas Hulu Selatan sebanyak 7 orang, KPH Kapuas Hulu Timur sebanyak 6 orang dan Staf Teknis sebanyak 3 orang membahas mengenai pemanfaatan dan penilaian pengelolaan hutan. Dalam pemanfaatan fokus pada pengembangan usaha produktif berbasis masyarakat lokal di wilayah KPH dan menerapkan strategi multibisnis, multi komoditas dan multi stakeholder serta dapat mendorong kecepatan kemitraan masyarakat dalam pemanfaatan Hutan. Sehingga “ Harapannya jika KPH sudah mandiri dengan mengembangkan potensi HHBK HHK JASLING kedepan ditahun 2020 KPH dapat mendukung operasional dengan menggunakan dana DAK untuk pembangunan sehingga tidak bergantung pada APBD dan APBN lagi” jelas Subdit Penataan Direktorat KPHP Bambang Dwi Nugrohodjati, S.Hut.

Dalam pengelolaan pengelolaan hutan produksi , Bambang Dwi memaparkan 2 cara pengelolaan yang bisa dilakukan yaitu yang pertama dengan Rekayasa Sosial mulai dari akses usaha korporasi ke akses usaha masyarakat dan yang kedua dengan Kelola tapak dari orientasi kayu (HHK) ke HHBK dan jasa lingkungan. Dengan begitu pengelolaan akan efektif dan efisien. Program ini merupakan investasi khusus berbasis masyarakat untuk mengatasi deforestasi dan degradasi hutan. Program ini diharapkan dapat mendukung Pemerintah Indonesia (via KLHK) dan masyarakat adat serta masyarakat lokal untuk mengelola hutan secara berkelanjutan dan mengurangi emisi Gas Rumah Kaca (GRK) dengan meningkatkan kapasitas teknis dan penghidupan masyarakat lokal.

Dengan lokakarya ini diharapkan kedepan tenaga ahli pemetaan dapat menyajikan data spasial yang lebih akurat, konsisten sesuai dengan kaidah dan prinsip-prinsip pemetaan.

Sumber : Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum (TN Bentarum)

Tags:

Leave a comment